Bus Sekolah Di Rembang Sudah Siap, Alasan Ini Yang Membuatnya Belum Beroperasi
Bus Sekolah bantuan pemerintah pusat, masih terparkir di halaman Kantor Dindikpora Kabupaten Rembang, Kamis (29/01).
Bus Sekolah bantuan pemerintah pusat, masih terparkir di halaman Kantor Dindikpora Kabupaten Rembang, Kamis (29/01).

Rembang – Pemerintah Kabupaten Rembang mulai menyiapkan bus sekolah, untuk antar jemput siswa secara gratis, sesuai visi misi Bupati dan Wakil Bupati Rembang, Harno & Moch. Hanies Cholil Barro’.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda Dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Rembang, Achmad Sholchan didampingi Sekretaris dinas, Khoironi menjelaskan armada 1 unit bus sekolah jenis Elf sudah berada di halaman Kantor Dindikpora sisi utara, merupakan bantuan dari pemerintah pusat.

“Bantuan tahun 2025,” terangnya.

Namun sampai hari Kamis (29 Januari 2026), bus sekolah tersebut belum bisa dioperasikan, karena statusnya masih off the road.

“Ibaratnya kendaraan tersebut masih kosong song mas, belum on the road,” kata Khoironi.

Pihaknya saat ini masih menunggu dokumen faktur dan berita acara serah terima (BAST) kendaraan dari Kementerian Perhubungan.

Dokumen itu untuk mengurus surat-surat, supaya legalitasnya siap, sebelum memberikan pelayanan kepada para siswa.

“Kami sudah menagih Kementerian Perhubungan, kapan faktur dan BAST nya dikirim,” imbuhnya.

Untuk pengurusan surat-surat dan tenaga sopir bus sekolah, pihak Dindikpora Kabupaten Rembang sudah menyiapkan anggarannya.

“Nanti kalau surat-surat maupun pendukung yang lain sudah siap, baru beroperasi. Termasuk SIM sopir, karena kendaraan elf panjang, kelihatnnya nggak cukup SIM A saja. Kalau belum lengkap, ya kami belum berani mengoperasikan. Khusus untuk faktur dan BAST, janjinya dari Kemenhub akan dikirim segera,” beber Khoironi.

Khorioni menambahkan 1 unit bus sekolah tersebut akan diproyeksikan untuk antar jemput siswa, antara jalur Gunem – Sulang sampai SMP N 2 Bulu.

Alasannya, masih banyak di jalur itu, siswa sekolah usia SMP, naik sepeda motor. Kalau pun menggunakan transportasi umum, kadang sampai bergelantungan, sehingga perlu perhatian lebih dulu.

“Kita masih petakan, berapa hari, berapa kali antar jemput anak sekolah dalam satu hari pelayanan. Teknisnya apakah hari-hari tertentu dari Gunem ke Sulang, habis itu gantian Sulang ke Bulu atau bagaimana, masih kami susun,” tandasnya.

Soal apakah ada kemungkinan tambahan armada bus sekolah, Khoironi menyebut bisa saja nantinya diusulkan oleh Dinas Perhubungan.

“Khusus 1 unit bus sekolah yang sudah ada ini, Dindikpora yang mengelola. Kalau yang lain, mungkin yang mengajukan Dishub,” pungkas Khoironi. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan