Dua TPS Dimohonkan Coblosan Ulang, KPU Rembang Sudah Siapkan Jawaban
Suasana sidang sengketa PHPU di Mahkamah Konstitusi (MK), hari Senin (29/04).
Suasana sidang sengketa PHPU di Mahkamah Konstitusi (MK), hari Senin (29/04).

Rembang – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Rembang siap menghadapi sengketa perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) DPRD Kabupaten Rembang di Mahkamah Konstitusi (MK).

Komisioner KPU Kabupaten Rembang, Maskutin menjelaskan hari Senin (29/04) mulai berlangsung sidang pendahuluan, untuk mendengarkan dalil-dalil dari pemohon.

Pihaknya akan menyerahkan jawaban antara tanggal 03 – 12 Mei 2024, kepada kuasa hukum KPU RI, sesuai dengan fakta yang ada.

“Jadi yang menangani langsung di MK adalah kuasa hukum KPU RI. Kami sebatas menyampaikan jawaban kepada kuasa hukum KPU RI, pada tanggal tersebut. Jawaban kami, alat bukti, kronologi, kita sampaikan semua. Yang jelas, dalil-dalil dari pemohon, sudah kami siapkan jawabannya,” tandasnya.

Maskutin menambahkan pemohon salah satu Caleg dari PPP DPRD Kabupaten Rembang daerah pemilihan Lasem dan pancur (Rembang II) mengajukan permohonan pemungutan suara ulang (PSU) di TPS 13 Desa Selopuro dan TPS 04 Desa Karangturi Kecamatan Lasem.

“Locus (tempat) nya hanya dua TPS,” beber Maskutin.

Menurut keyakinan pihak KPU, di dua TPS tersebut belum memenuhi syarat untuk dilakukan pemungutan suara ulang.

Tapi karena hal itu sudah masuk ke ranah MK, wanita warga Desa Krikilan Kecamatan Sumber tersebut menyerahkan sepenuhnya kepada putusan MK.

“Yang kita tahu sudah sesuai prosedur, kalau versi KPU tidak terbukti untuk digelar pemungutan suara ulang. Biarlah MK yang memutuskan apakah dalil pemohon akan dikabulkan atau tidak,” imbuhnya.

Kalau dikabulkan pemungutan suara ulang, akan mempengaruhi hasil penghitungan suara di Dapil Rembang II. Tapi jika ditolak, maka secara otomatis perkara selesai.

Sengketa di MK ini berpengaruh terhadap tahapan penetapan perolehan kursi dan penetapan calon DPRD Rembang terpilih.

Kalau tidak ada pemungutan suara ulang, perkiraan akhir bulan Mei sudah selesai. Namun jika ternyata ada pemungutan suara ulang, penetapan kursi dan calon terpilih akan molor hingga bulan Juni mendatang. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan