Bupati Sebut 4 Alasan, Kenapa Pemkab Enggan Menggelar Thong-Thong Lek Keliling
Bupati Rembang, Abdul Hafidz.
Bupati Rembang, Abdul Hafidz. (Foto atas) Thong-Thong Lek saat masih berlangsung keliling, tampak kepadatan penonton di Perempatan Jaeni.

Rembang – Bupati Rembang, Abdul Hafidz menyampaikan sejumlah alasan, kenapa Pemkab enggan menggelar lomba thong-thong keliling dan tetap memilih kegiatan secara terpusat di Alun-Alun Rembang pada hari Minggu 07 April 2024.

Abdul Hafidz menyebut kalau digelar keliling, pihaknya sering kali mendengar keluhan masyarakat.

Mulai dari sisi gangguan saat latihan sampai larut malam, kemudian banyaknya tarikan sumbangan karena peserta harus menyewa armada kendaraan, sound system dan berbagai keperluan lain.

Selain itu, ramainya penonton ketika thong-thong lek keliling, merusak tanaman di pinggir jalan. Belum lagi kerawanan dari sisi keamanan, cenderung rentan terjadinya gesekan antar warga.

“Dari sisi dampak negatifnya banyak sekali ya, sebenarnya ndak perlu kami ceritakan, tapi kita menangkap adanya keluhan-keluhan dari masyarakat,” tuturnya.

Abdul Hafidz menimpali thong-thong lek terpusat seperti tahun kemarin, sudah dievaluasi. Ternyata antusias masyarakat juga positif, sehingga tahun ini digelar lagi dengan sistem terpusat.

“Kalau dulu berjalan, ini terpusat. Tujuan kita ingin tetap melestarikan budaya, hanya kemasannya saja yang beda,” kata Hafidz.

Bupati menambahkan setelah pendaftaran peserta ditutup, sudah ada 16 group thong-thong lek yang mendaftarkan diri.

Saat manggung, peserta nantinya menampilkan lagu wajib “Ramadhan (Opick)”, sedangkan lagu pilihan yakni Alamate Anak Sholeh (Ning Umi Laila), Wali Songo (Ning Umi Laila), Padang Bulan (Habib Syech), Tobat Maksiat (Wali) dan Ada Anak Bertanya (Bimbo). (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan