Buah Naga Trenggulunan, Kenapa Hasil Panen Tidak Sebagus Tahun Lalu
Buah Naga Desa Trenggulunan Kecamatan Pancur.
Buah Naga Desa Trenggulunan Kecamatan Pancur.

Pancur – Hasil panen buah naga di Desa Trenggulunan Kecamatan Pancur tahun ini, tidak sebagus tahun lalu.

Sringah, seorang petani buah naga di Desa Trenggulunan mengungkapkan sejak bulan Januari hingga awal Maret ini, perkiraan memanen 7 kwintal.

“Januari dapat 5 kwintal, kemudian Februari 2 Kwintal. Sebelum dua bulan itu sedikit-sedikit, paling 25 Kg atau hanya setengah kwintal,” terangnya, Jum’at (15/03).

Sringah menimpali kalau curah hujan bagus, biasanya hasil panen buah naga juga bagus. Tapi sebaliknya, ketika curah hujan rendah, panenan akan merosot.

“Waktu tahun lalu itu hujannya pas, jadi panenan lumayan tinggi. Wong sebulan bisa sampai 10 kwintal, bahkan lebih kok,” imbuh Sringah.

Hanya saja ketika curah hujan terlalu tinggi di waktu yang kurang tepat, bunga buah naga akan rontok dan akhirnya tidak berbuah.

“Seperti periode sekarang ini pas tanaman kembang, hujan deras. Nggak ada yang nempel, kembangnya nempel dikit-dikit,” ungkapnya.

Ia memperkirakan panen buah naga akan bertahan sampai bulan April mendatang.

“Lebaran mungkin masih, tapi terakhir kelihatannya,” pungkas Sringah.

Komoditas buah naga Desa Trenggulunan sudah cukup lama dikenal masyarakat. Tidak hanya memenuhi pangsa pasar lokal, tetapi juga sudah dikirim ke berbagai daerah. Harga saat ini per Kg dijual rata-rata Rp 10 ribu. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan