TMMD Sengkuyung I : Karangsari – Setro Bisa Lebih Cepat, Tak Lagi Jalan Muter
Bupati Rembang, Abdul Hafidz memboncengkan Kades Karangsari ke lokasi jalan yang menjadi sasaran TMMD, Selasa (20/02).
Bupati Rembang, Abdul Hafidz memboncengkan Kades Karangsari ke lokasi jalan yang menjadi sasaran TMMD, Selasa (20/02).

Sulang – Desa Karangsari Kecamatan Sulang Kabupaten Rembang menjadi sasaran kegiatan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung tahap I 2024, dari Kodim 0720 Rembang.

Komandan Kodim Rembang, Letkol Yudhi Yahya menuturkan sasaran fisik dalam TMMD kali ini meliputi pembangunan jalan makadam sepanjang 500 Meter dan lebar 2,5 Meter, antara Desa Karangsari menuju Dusun Setro Desa Sendangagung Kecamatan Kaliori.

“Selain itu ada pula pembangunan talud dengan panjang 250 Meter, tinggi 1 Meter,” terang Dandim.

Letkol Yudhi menambahkan ada 150 personil yang terlibat dalam TMMD Sengkuyung tahap I. Mereka akan mulai mengerjakan pada hari Selasa (20/02) dan ditargetkan selesai 19 Maret 2024 atau butuh waktu 1 bulan.

“TNI bersama Polri dan masyarakat desa akan bahu membahu, inilah yang dinamakan TNI manunggal dengan rakyat mas. Untuk kegiatan non fisik, seperti sosialisasi wawasan kebangsaan, hukum, Narkoba, Kamtibmas, pengobatan massal, pendampingan Posyandu, Posbindu dan stunting,” bebernya.

Usai upacara pembukaan di lapangan Desa Karangsari, Dandim bersama Bupati dan jajaran Forkopimda lainnya naik motor trail, mengecek lokasi jalan yang menjadi sasaran kegiatan TMMD.

Tampak Bupati Rembang, Abdul Hafidz memboncengkan Kepala Desa Karangsari, Suripto.

Suripto mengucapkan banyak terima kasih, karena jalan usaha tani antara desanya ke Dusun Setro sering tidak bisa dilewati, ketika curah hujan tinggi. Nantinya setelah dimakadam, akan mempermudah warga sekaligus mempersingkat waktu tempuh.

“Biasanya warga sini kalau mau Ke Setro kan muter lewat Desa Ngadem dulu. Setelah jalan usaha tani ini ditata, lebih enak,” ungkapnya.

Sementara itu Bupati Rembang, Abdul Hafidz menyatakan dengan penataan jalan usaha tani, akan menghemat pengeluaran petani, saat masa tanam maupun panen.

“Kalau jalannya jelek, pasti biayanya lebih tinggi,” kata Bupati.

Pemkab Rembang sendiri berupaya melakukan penataan jalan usaha tani secara bertahap, karena jumlahnya sangat banyak.

“Rutin kita lakukan, tapi belum semuanya bisa terpenuhi,” imbuhnya.

Anggaran TMMD Sengkuyung kali ini dibiayai dari kabupaten dan provinsi, nilainya sebesar Rp 294.120.000. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan