Bawaslu Rembang Mengawasi : Capres Cawapres Dan Parpol Kampanye Terbanyak, Membedah Pelanggaran
Ketua Bawaslu Kabupaten Rembang, Totok Suparyanto membeberkan seputar kampanye dan penanganan dugaan pelanggaran, saat talk show di Studio R2B, Sabtu malam (10/02).
Ketua Bawaslu Kabupaten Rembang, Totok Suparyanto membeberkan seputar kampanye dan penanganan dugaan pelanggaran, saat talk show di Studio R2B, Sabtu malam (10/02).

Rembang – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Rembang mencatat 257 kali kampanye, selama berlangsung tahapan kampanye Pemilu 2024, dari tanggal 28 November 2023 sampai 10 Februari 2024.

Ketua Bawaslu Kabupaten Rembang, Totok Suparyanto menyampaikan data tersebut, saat talk show di Radio R2B Rembang, Sabtu malam (10/02/2024).

Ia memperinci untuk Capres Cawapres, tim dari pasangan Prabowo – Gibran menggelar 35 kali kampanye, kemudian disusul pasangan Ganjar – Mahfud 28 kali dan pasangan Anies – Muhaimin 5 kali kampanye.

“Sedangkan kampanye lainnya, PDI Perjuangan 62 kali, PKB 36 kali, Demokrat 27 kali, Golkar 21 kali, PPP 19 kali, Hanura 12 kali, Gerindra 4 kali, PAN 2 kali, Nasdem sekali, PKS sekali dan dari salah satu calon DPD bu Casytha 4 kali,” beber Totok.

Menurut Totok, dari hasil pantauan Bawaslu, pola-pola kampanye kali ini tidak berbeda jauh dengan Pemilu 2019 lalu.

Peserta Pemilu lebih banyak mengadakan pertemuan terbatas, tatap muka, maupun kampanye dalam bentuk lain, melalui olahraga, perlombaan dan pentas seni.

“Kalau yang rapat umum, terbuka panggung besar gitu, catatan kami belum ada sampai masa kampanye ini berakhir,” imbuhnya.

Totok menambahkan selama masa kampanye, pihaknya menerima laporan pengrusakan alat peraga kampanye di Kecamatan Sarang dan Kecamatan Sulang. Namun karena terbentur pada regulasi aturan, sehingga tidak memenuhi syarat untuk diproses lebih lanjut.

Selain itu, ada beberapa informasi dugaan pelanggaran netralitas oknum pegawai negeri (ASN), kepala desa dan perangkat desa.

Mulai penggunaan sepeda motor plat merah, kemudian video viral Kades dan perangkat yang menyatakan tegak lurus kepada Presiden Jokowi, Kades mempromosikan isterinya yang menjadi Caleg melalui story WA, hingga oknum ASN diduga melakukan penggalangan dukungan untuk calon tertentu.

“Penanganan, sudah ada beberapa yang selesai. Misal motor dinas dibawa ke acara Parpol, ternyata motor dipinjam tetangganya. Pemilik terbebas dari sanksi.

Kades story WA berisi kampanye isteri Nyaleg, alasannya HP dipegang isteri, yang buat story isterinya. Kan sulit ya, terlepas benar atau tidak. Khusus kejadian video viral, untuk Kades kita teruskan ke pak Bupati, sedangkan perangkat kita lanjutkan ke Kades sebagai atasan mereka. Untuk yang lain, masih kami telusuri,” pungkas Totok. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan