BPBD Rembang Kirim Bantuan Dua Perahu Dan Tujuh Personil, Banjir Demak Sangat Parah
Petugas BPBD Rembang memasukkan logistik ke dalam ember untuk diberikan kepada korban yang terjebak banjir di atas atap rumah, Kamis malam (08/02).
Petugas BPBD Rembang memasukkan logistik ke dalam ember untuk diberikan kepada korban yang terjebak banjir di atas atap rumah, Kab. Demak Kamis malam (08/02).

Rembang – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang, Jawa Tengah mengirimkan bantuan 7 personil dan 2 unit perahu karet, untuk membantu penanganan bencana banjir di Kabupaten Kudus dan Demak yang sangat parah, hari Jum’at (09 Februari 2024).

Kepala Bidang Kedaruratan Logistik Rehabilitasi Dan Rekonstruksi BPBD Rembang, Puji Widodo menjelaskan pihaknya tiba di Posko Tanggulangin Kudus, Kamis petang.

Menurutnya, bencana di dua kabupaten tersebut langsung ditangani oleh BPBD Provinsi Jawa Tengah, sehingga BPBD sekitar lokasi bencana diperintahkan untuk bergerak membantu.

“Komandonya dari provinsi, sehingga kami bergabung dengan temen-temen BPBD lainnya, dari Semarang ke timur, diperbantukan ke sini,” tuturnya.

Banjir sudah mencapai atap rumah, sehingga perahu karet digunakan untuk mengevakuasi korban yang terjebak banjir. Apalagi di wilayah Kecamatan Karanganyar Kabupaten Demak, arusnya sangat deras.

“Ada tanggul sungai di Desa Ngemplik Wetan Kecamatan Karanganyar yang jebol mas,” imbuh Puji.

Puji Widodo menambahkan pihaknya belum bisa memastikan sampai kapan diperbantukan di lokasi bencana banjir Kudus – Demak. Ia mengamati banjir justru semakin besar, Jum’at pagi ini.

“Kondisi air belum surut, masih sama seperti tadi malam. Do’akan saja semoga kita sehat, biar tugas-tugas kemanusiaan ini bisa berjalan lancar,” terang Puji.

Jika mengacu data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Demak, banjir sudah melanda 30 desa tersebar di 7 kecamatan, meliputi Kecamatan Karangawen, Kebonagung, Wonosalam, Karangtengah, Gajah, Dempet dan Kecamatan Karanganyar.

Lebih dari 63 ribu jiwa terdampak bencana banjir ini. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan