Wisata Rembang Masih Sulit Tembus Go-Nasional, Ternyata Faktor Ini Sebabnya
Pantai Karangjahe Rembang.
Pantai Karangjahe Rembang.

Rembang – Perhimpunan Hotel Dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Rembang mendesak pemerintah kabupaten melakukan langkah-langkah strategis, sehingga perputaran uang yang masuk ke Kabupaten Rembang akan semakin besar dan berimbas positif pada dunia usaha.

Rudi Hartono, Ketua PHRI Kabupaten Rembang mengusulkan sejumlah cara. Pertama, perbanyak event-event besar yang bisa mendatangkan orang luar daerah.

Ia mencontohkan ketika Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah, dampaknya terasa.

“Seperti Porprov kemarin, hotel, makanan banyak laku, perputaran lumayan. Mungkin event nasional bisa ditarik ke sini, perlu dukungan dari dinas atau provinsi. Ada acara-acara nasional dapat diselenggarakan di Kabupaten Rembang,” ungkapnya.

Kedua, akses transportasi khususnya menuju Lasem, dipermudah. Ia berharap jalur rel kereta api dari Stasiun Tawang atau Poncol Semarang bisa sampai ke Lasem, sehingga meningkatkan jumlah wisatawan.

“Lasem itu sudah masuk 10 besar kawasan pecinan di Indonesia, mungkin 5 besar, saingannya nggak banyak. Ini dipoles lagi. Kita berharap kereta api menuju ke Lasem, biar lebih mudah orang ke Lasem,” kata Rudi.

Sedangkan usulan berikutnya, pemilik Laut Bonang ini berharap Pemkab Rembang memperkuat promosi media sosial destinasi wisata.

“Medsos ini sangat penting, biar jangkauannya lebih luas,” tandasnya.

Sementara itu, Bupati Rembang, Abdul Hafidz mengakui sarana transportasi menjadi kendala untuk mengangkat Kabupaten Rembang sebagai daerah tujuan wisata nasional.

“Kita kereta api nggak ada, jalan tol nggak ada, bandara juga nggak ada dan kita posisinya jauh dari ibu kota provinsi. Sering kita sampaikan hal ini tiap ada pertemuan tingkat provinsi maupun nasional,” kata Hafidz.

Bahkan wisatawan dari luar negeri yang pernah datang ke Rembang mengaku kelelahan dan ngeri melihat kondisi lalu lintas di sini.

“Mereka bilang kerepotan dari bandara ke sini. Tidak nyaman di Rembang, melihat lalu lintasnya saja mengerikan katanya. Nyalip mobil dari kanan, dari kiri. Setelah event, mereka ya nggak datang kembali lagi,” imbuhnya.

Tapi di sisi lain, pihaknya tetap merasa bangga, kunjungan wisatawan di Kabupaten Rembang terus mengalami kenaikan. Tahun 2023, mampu tembus lebih dari 2 Juta orang.

“Masih terbantu Rembang perlintasan jalur Pantura. Tapi untuk go nasional atau internasional, masih berat kita,” ujar Bupati.

Terkait dengan event besar, menurutnya jangan semata-mata mengandalkan pemerintah. Apalagi selesai event, biasanya tidak ada kelanjutan. Namun khusus penguatan media sosial, Hafidz sangat sependapat. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan