Nasihat Ibu Selalu Diingat, Kisah Anak 10 Tahun Sudah Jadi Juara Umum
Fahd Adhinata Pahlevi, saat latihan panahan bersama sejumlah rekannya di Stadion Krida Rembang, baru-baru ini.
Fahd Adhinata Pahlevi, saat latihan panahan bersama sejumlah rekannya di Stadion Krida Rembang, baru-baru ini.

Rembang – Kemampuan anak yang satu ini tergolong langka. Di usianya yang baru 10 tahun, ia mampu menjadi juara umum panahan standar bow jarak 30 Meter tingkat Kabupaten Rembang tahun 2023, sekaligus mengalahkan sejumlah lawannya yang jauh lebih dewasa.

Namanya Fahd Adhinata Pahlevi, anak pasangan Rofiq Pahlevi dan Vivi Heryanti, warga Perumahan Ngotet, Rembang.

Siswa kelas 4 SD Al Furqon Rembang ini mengaku tak menyangka akan menorehkan prestasi tersebut. Baginya yang terpenting selalu percaya diri dan rutin berlatih.

“Selain itu, harus tenang, nggak grogi dan jangan terpengaruh sama hasil dari lawannya,” kata Fahd.

Ia merasakan dorongan dari orang tua terutama sang ibu juga sangat membantu. Apalagi ketika event perlombaan, sering didampingi ibundanya.

“Biasanya ibu kasih nasihat gini, tenang dek, jangan terpengaruh sama sebelahnya. Kalau terpengaruh, anak panahnya ya jadi ngleyang. Anak panahnya kemana-mana,” imbuhnya.

Fahd Adhinata merasa senang lantaran intensitas latihan panahan ditambah selama masa liburan sekolah ini, untuk meningkatkan jam terbang.

Ia berpendapat ketenangan, ketepatan incaran serta rasa percaya diri merupakan faktor terpenting dalam olahraga memanah. Hal itu akan tercapai, jika jam latihan sepadan.

“Yang paling menentukan itu, jadi seneng sekali ketika dapat informasi jadwal latihan ditambah. Kalau penginnya malah setiap hari,” kata Fahd yang bercita-cita menjadi anggota TNI ini sambil tertawa.

Sementara itu, pelatih panahan sekaligus Ketua Harian Pengcab Panahan Kabupaten Rembang, Warsito menyebut sebelumnya latihan berlangsung seminggu sekali di Stadion Krida Rembang.

Namun ketika liburan sekolah, ditambah menjadi seminggu 3 kali. Ia berharap kemampuan memanah para atlet akan lebih baik.

“Jaraknya juga ditambah, tapi maksimal ini baru 30 Meter. Fahd sendiri termasuk yang rajin datang latihan. Kita jadikan latihan ini untuk mencari atlet yang layak dikirim ke ajang Popda,” kata Warsito. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan