Bisa Terjerat Pidana, Kalau Unsur Terpenuhi!! Dugaan Kampanye Di Tempat Ibadah
Sekelompok warga memakai kaos bergambar Anies Baswedan – Muhaimin Iskandar, meneriakkan yel-yel “Anies Presiden” di halaman sebuah Masjid di Kecamatan Sedan. Kejadian itu sedang ditelusuri pihak Bawaslu Kabupaten Rembang.
Sekelompok warga memakai kaos bergambar Anies Baswedan – Muhaimin Iskandar, meneriakkan yel-yel “Anies Presiden” di halaman sebuah Masjid di Kecamatan Sedan. Kejadian itu sedang ditelusuri pihak Bawaslu Kabupaten Rembang.

Sedan – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Rembang sedang menelusuri informasi terkait dugaan pelanggaran kampanye di halaman sebuah Masjid di Kecamatan Sedan, yang juga berdekatan dengan halaman sekolah SD.

Ketua Bawaslu Kabupaten Rembang, Totok Suparyanto menjelaskan kejadian tersebut dilaporkan oleh masyarakat.

Pihaknya mendorong supaya warga yang mengetahui melaporkan secara resmi kepada Bawaslu. Tapi kalau tidak ada laporan, Bawaslu akan menggunakan mekanisme lain, berupa informasi awal yang dilakukan penelusuran.

“Kalau warga melaporkan melalui Panwaslu Sedan, nanti kita tindaklanjuti sebagaimana mekanisme laporan. Tapi kalau tidak laporan, ya kami tindaklanjuti sebagai informasi awal melalui penelusuran,” tandas Totok, Kamis (21/12).

Totok menambahkan dari informasi itu, Bawaslu menerima rekaman sebuah video berdurasi 29 detik.

Dalam video itu tampak ada sekira 14 orang warga berbaris menggunakan kaos putih bergambar pasangan calon presiden dan wakil presiden, Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (Amin).

Mereka dipimpin seorang pria berkaos warna hitam, meneriakkan yel-yel.

Pria berkaos hitam memekikkan kata “Anies”, kemudian dijawab “Presiden” oleh sekelompok warga. Pria kaos hitam meminta untuk lebih bersungguh-sungguh yel-yel dengan menujukkan pose 1 jari tangan, sesuai nomor urut pasangan Amin.

“Tepuk tangan,” sahut pria berkaos hitam setelah yel-yel.

Berdasarkan aturan Pemilu, kampanye menggunakan fasilitas pemerintah, di tempat ibadah dan tempat pendidikan masuk kategori pidana.

Apabila memenuhi unsur dan terbukti, ancaman hukumannya paling lama dua tahun penjara dan denda paling banyak Rp 24 Juta. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan