“Saya Sebagai Orang Tua, Sudah Nggak Kuat Melihat…”
Sholih, menunjukkan foto anaknya, Alditia Rosyadi.
Sholih, menunjukkan foto anaknya, Alditia Rosyadi.

Sedan – Pihak keluarga Alditia Rosyadi (28 tahun) di Desa Sidorejo Kecamatan Sedan Kabupaten Rembang, Jawa Tengah angkat bicara, setelah Alditia ditangkap Polres Gresik, Jawa Timur.

Mereka menduga Alditia menjadi korban kekerasan. Pihak keluarga juga mendesak Alditia dibebaskan, karena tidak tahu HP yang dibeli merupakan hasil kejahatan.

Ayah Alditia Rosyadi, Sholih di rumahnya Desa Sidorejo Kecamatan Sedan membeberkan sejumlah pengakuan.

Kasus ini sendiri berawal ada kejadian pembunuhan di Dusun Glundung, Desa Pranti, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, 28 November 2023 lalu. Kondisi korban cukup mengenaskan, karena pisau masih menancap di bagian mulutnya.

HP milik korban dibawa kabur pelaku, kemudian ditawarkan ke facebook. Alditia Rosyadi, warga Desa Sidorejo Kecamatan Sedan yang merasa tertarik, janjian dengan pelaku untuk membeli HP.

Setelah itu, polisi menetapkan Alditia sebagai tersangka penadah barang hasil kejahatan. Sedangkan dua tersangka pembunuhan, juga telah dibekuk.

Atas penetapan tersebut, Sholih, mantan Kades Sidorejo ini mengaku kecewa dengan pihak kepolisian. Ia beralasan anaknya tidak mengetahui asal usul HP. Alditia juga disebut tidak mengenal dengan penjual yang merupakan pelaku pembunuhan.

“Tidak kenal sama sekali, anak saya itu di rumah terus kok pak. Dasarnya apa, kok dikenakan pasal 480 KUHP (penadahan). Haqul yakin dia nggak tahu, ternyata itu HP hasil kejahatan,” ungkapnya.

Alditia sebatas mengetahui ada penawaran HP dari facebook, kemudian janjian bertemu dengan pelaku di wilayah Sluke, Rembang, untuk membeli HP dengan sistem tukar tambah.

Guna memenuhi rasa keadilan, Sholih berharap Polres Gresik membebaskan anaknya.

“Harapannya perkara ini selesai dan anak saya dibebaskan. Anak saya cuma datang COD an, ketemu di Sluke. Itu jadi kerjaannya sehari-hari, jual beli HP bekas secara online. Dulu pernah punya counter, tapi kini tutup setelah dibobol maling,” kata Sholih.

Sholih juga menduga anaknya telah menjadi korban kekerasan oknum polisi, usai ditangkap, lantaran dipaksa untuk mengaku.

“Mengakui terlibat dalam pembunuhan atau apa, saya nggak tahu. Tapi ia bilang, saya dipaksa pak,” ucapnya lirih.

Ia melihat dengan mata kepala sendiri, bagian sekitar kel4min Alditia mengalami luka. Tapi tidak mengetahui oknum polisi siapa yang terlibat, karena kondisi mata Alditia ditutup.

“Saya melihat dengan mata kepala sendiri, sini bagian atas kel4min mengelupas. Saya sebagai orang tua, sudah nggak kuat melihat, ndak kuat. Anak saya bilang, waktu itu matanya ditutup. Nggak tahu siapa (yang melakukan), tapi ia dengar ada penyidik keceplosan menyebut nama polisi (yang melakukan),” ujarnya.

Penyiksaan itu diceritakan Alditia kepada orang tuanya, saat keluarga menjenguk di tahanan Polres Gresik.

Kalau belakangan dari Polres Gresik membantah, Sholih berharap hal itu dikroscek secara terbuka kepada dirinya.

“Walaupun sekarang katanya pembuktian tidak ada, itu urusan mereka. Kalau mau, dikroscek dengan saya. Wong difoto sama teman saya (luka-lukanya),” imbuh Sholih.

Atas dasar pengakuan Alditia Rosyadi, pihak keluarga sudah membuat surat terbuka kepada Kapolri. Bahkan rekaman video ketika Sholih membacakan surat, sempat viral di media sosial.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Gresik Jawa Timur, AKP Aldhino Prima Wirdhan membantah tuduhan tersebut.

Dilansir dari detik.com, menurutnya tidak ada penganiayaan terhadap tersangka Alditia Rosyadi. Hal itu dibuktikan dengan visum RSUD Ibnu Sina Gresik, yang hasilnya tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun bekas luka bakar di bagian kel4min tersangka.

“Kami tegaskan, tidak ada unsur penganiayaan yang dilakukan oleh personil Polres Gresik kepada tersangka. Hasil visum sudah kita periksakan. Dari hasil pemeriksaan tersangka, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau bekas luka bakar seperti yang diviralkan,” terang Aldhino sebagaimana kami kutip dari detik.com. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan