Sosok Pertama Pendaftar Caketum KONI, Usulkan Debat Antar Calon Ketika Musorkab
Hary Massahir menyerahkan berkas persyaratan kepada staf KONI Kabupaten Rembang, Jum’at (08/12). Setelah Hary, siapa lagi figur lain yang akan maju ?
Hary Massahir menyerahkan berkas persyaratan kepada staf KONI Kabupaten Rembang, Jum’at (08/12). Setelah Hary, siapa lagi figur lain yang akan maju ?

Rembang – Hary Massahir menjadi sosok pertama yang mendaftarkan diri menjadi bakal calon Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Rembang periode 2023 – 2027.

Pria berusia 41 tahun ini menyerahkan berkas persyaratan pencalonan ke Sekretariat KONI di depan Stadion Krida, sekira pukul 10.00 Wib hari Jum’at (08 Desember 2023) dan diterima oleh staf KONI.

Ia didukung dari cabang olahraga Rugby, Golf, Menembak, Basket, Binaraga/Fitnes dan Drumband.

Hary Massahir bestatus sebagai pegawai negeri, menjabat Sub Koordinator Kewaspadaan Dini Dan Penanganan Konflik Sosial Bakesbangpol Kabupaten Rembang.

Ia juga pernah menjadi pengurus Askab PSSI, Ketua Rugby dan Kepala Bidang Perencanaan Program Dan Mobilisasi Sumber Daya KONI Kab. Rembang 2019 – 2023.

Salah satu putera mantan Sekda Rembang, Hamzah Fathoni ini, sehari-hari tinggal di Gang Mujur Kelurahan Sidowayah, Rembang.

Hary menuturkan alasan utamanya mendaftar sebagai calon Ketua Umum KONI, karena ingin lebih berperan aktif meningkatkan prestasi olahraga.

“Hal ini juga sebagai tanggung jawab moral kami, karena perlu ada perbaikan tata kelola dan manajerial kedepan. Kami ingin KONI bisa mandiri dari sisi pendanaan,” tuturnya.

Ia mengusung visi “Mewujudkan Olahraga Rembang Gemilang”, dengan 10 buah misi. Dirinya bahkan berani membuat perjanjian kinerja dengan masing-masing ketua cabang olahraga.

“Semoga visi misi saya menjadi bahan pertimbangan temen-temen, saatnya ada perubahan dan memulai langkah baru. Saya membuka diri untuk dievaluasi dalam forum rapat kerja kabupaten. Saya juga bersedia mengundurkan diri apabila dalam Rakerkab, laporan pertanggungjawaban tidak diterima oleh anggota,” tandas Hary.

Ia mengusulkan agar dalam forum Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) diisi agenda debat antar calon ketua umum, sehingga semua cabang olahraga dapat menilai kandidat dalam memberikan solusi dan menyelesaikan masalah olahraga.

“Biar rekam jejak, pandangan-pandangan, analisis dan bagaimana menyelesaikan masalah, bisa dinilai langsung oleh Cabor selaku pemilik hak suara,” ungkapnya.

Saat ditanya apakah ia yang menjadi pegawai negeri/ASN mampu membagi waktu, apabila terpilih Ketua Umum KONI ?

Menurutnya tidak masalah, karena sebagai pegawai negeri yang sering di lapangan, sudah terbiasa menghadapi ritme kerja penuh waktu.

“Bisa saya pastikan, bisa membagi waktu. Soalnya Ketua Umum KONI seharusnya tidak duduk di kantor saja, tapi lebih banyak keliling ke Cabor-Cabor, menyerap informasi, aspirasi dan menyelesaikan masalah,” pungkas Hary.

Sebelumnya, Tim Penjaringan Dan Penyaringan bakal calon Ketua Umum KONI Kabupaten Rembang menetapkan jadwal batas akhir pengembalian formulir dan persyaratan hingga tanggal 15 Desember 2023.

Pemberkasan data bakal calon ketua umum dan melengkapi kekurangan persyaratan 6 – 17 Desember 2023, verifikasi persyaratan administrasi 6 – 18 Desember dan penetapan 19 Desember.

Sedangkan puncak kegiatan Musorkab, akan berlangsung pada Hari Sabtu 23 Desember 2023. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan