Meninggal Dunia Saat Ambil Air Wudhlu, Topi Laken Jadi Saksi Bisu
Jenazah korban ditemukan. Topi laken menjadi saksi bisu di sekitar TKP.
Jenazah korban ditemukan. Topi laken menjadi saksi bisu di sekitar TKP.

Sluke – Galian bekas tambang batu tras di Desa Jatisari Kecamatan Sluke Kabupaten Rembang memakan korban jiwa.

Korban teridentifikasi bernama Darji (53 tahun) warga Desa Manggar Kecamatan Sluke.

Ia meninggal dunia tenggelam di lokasi milik Muntari (PT Sekarsari). Diduga terpeleset saat akan mengambil air wudhlu.

Menurut hasil olah TKP polisi, semula korban pamit dari rumah Senin pagi (20/11) berangkat kerja ke lahan tegalan. Namun sampai sore hari menjelang Maghrib yang bersangkutan tidak kunjung pulang, sehingga pihak keluarga bingung dan berupaya melakukan pencarian.

Saat itu di sekitar lokasi, tampak sejumlah hewan ternak sapi dan kambing milik korban belum dimasukkan ke dalam kandang, namun Darji tidak ada.

Warga pun menggelar penyisiran ke sekitar TKP. Berbekal informasi topi laken milik korban tergeletak di atas bale kayu, dekat area bekas galian tambang, kemudian warga menduga kuat Darji tenggelam di bekas galian, saat akan mengambil air wudhlu.

Peristiwa hilangnya Darji, selanjutnya dilaporkan kepada pihak-pihak terkait.

Kapolsek Sluke, Iptu Marjito menjelaskan pihaknya menerima laporan kejadian Senin malam sekira pukul 23.00 Wib.

“Kades Manggar bersama warga melaporkan peristiwa itu kepada kami,” ungkapnya.

Setelah itu, polisi menghubungi petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang, untuk mengerahkan personil di TKP.

Menurut Kapolsek, kedalaman bekas galian diperkirakan mencapai 4 – 5 Meter.

“Airnya memang lumayan, karena habis hujan deras, bekas galian tertutup air. Prediksi kami korban ambil air wudhlu mau sholat, terpeleset atau bagaimana. Biasanya sholatnya ya di tempat bale cangkrukan yang dipakai naruh topi itu,” kata Kapolsek.

Air dalam bekas galian dikuras terlebih dahulu dengan menggunakan mesin diesel. Akhirnya pada pukul 02.00 Selasa dini hari (21/11), korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

“Hasil pemeriksaan jenazah korban oleh petugas medis, tidak ditemukan luka maupun tanda-tanda kekerasan. Jadi murni penyebabnya karena tenggelam,” terangnya.

Jenazah korban selanjutnya diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan