Demi Tiket 12 Besar, Pemain PSIR Diminta Fokus Di 2 Laga Sisa
Sejumlah pemain PSIR merayakan gol yang dicetak Efendi "Bendot" pada Derby Muria menghadapi Persiku, Rabu (15/11).
Sejumlah pemain PSIR merayakan gol yang dicetak Efendi “Bendot” pada laga Derby Muria menghadapi Persiku, Rabu (15/11).

Rembang – Jajaran pelatih tim PSIR Rembang meminta para pemainnya untuk fokus dan bekerja keras di sisa 2 pertandingan penyisihan grup Liga 3 Jawa Tengah, jika ingin lolos ke babak 12 besar.

Peran pemain senior di skuad tim saat ini juga diharapkan mampu memotivasi para pemain muda untuk tampil lebih maksimal.

Perwakilan pelatih PSIR Rembang, Erik Ardiles mengatakan semua pemain senior yang ada siap untuk diturunkan kapan pun. Soal siapa nama-nama yang menjadi pilihan, menyesuaikan dengan strategi pelatih.

“Kalau ngatur pemain senior sih nggak susah. Mereka semua siap kok diturunkan kapan pun. Tinggal menyesuaikan kebutuhan tim saja,” tuturnya.

Saat laga menghadapi Persiku Kudus di Stadion Krida Rembang Rabu (15/11) sore, striker andalan Laskar Dampo Awang Rudi Santoso tidak bisa tampil karena hukuman akumulasi kartu.

Di sisa laga yang ada, kehadiran Rudi diharapkan mampu membantu PSIR memenuhi target sapu bersih kemenangan, demi menjaga asa lolos ke fase berikutnya.

“Kita juga punya pemain senior di sektor penjaga gawang untuk turut memotivasi para kiper muda,” imbuh pria berpostur jangkung itu.

Pada Derby Muria jilid 2 Rabu sore, Persiku Kudus sebenarnya mampu unggul lebih dulu lewat kaki Roy Saputra pada menit 24.

Namun pada babak kedua anak-anak Rembang mampu bangkit, dengan mencetak dua gol lewat kaki Teo Prata Tama menit 63 dan sundulan Efendi “Bendot” di menit 79. Kemenangan 2-1 membuat peluang PSIR untuk lolos ke babak 12 besar semakin terbuka lebar.

Usai laga, Pelatih Persiku Kudus, Denny Rumba mengaku kecewa dengan kepemimpinan wasit. Banyak keputusan yang dianggap merugikan timnya. Meski demikian, ia dengan besar hati tetap mengakui kekalahan tersebut.

“Jujur saja saya kecewa dengan kepemimpinan wasit. Tapi ya inilah sepak bola kita. Semoga kedepan ada perbaikan kwalitas wasit di Indonesia,” keluhnya.

Jika melihat klasemen sementara Liga 3 Jawa Tengah grup D, PSDB Demak masih kokoh di posisi teratas dengan raihan sempurna 8 poin.

Disusul PSIR di peringkat ke dua dan Persiku di peringkat ke tiga. Meski sama-sama mengemas 6 poin, namun PSIR unggul selisih gol dari Persiku.

Sementara Safin Pati FC masih menjadi penghuni dasar klasemen tanpa meraih satu poin pun. Sehingga bisa dipastikan tidak ada harapan untuk lolos dari penyisihan grup

Sebagai informasi, Liga 3 Jawa Tengah tahun ini terbagi menjadi 6 grup. Dimana setiap grup hanya akan diambil 2 tim peringkat teratas, untuk maju ke babak berikutnya. (Wahyu Adi).

News Reporter

Tinggalkan Balasan