
Sarang – Daerah aliran sungai (DAS) yang menjadi jalur Bendungan Lodan Kecamatan Sarang, Kabupaten Rembang akan dinormalisasi (dikeruk) dalam waktu dekat ini.
Camat Sarang, Nasaton Rofiq mengaku sudah diajak koordinasi oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) menyangkut rencana tersebut, supaya camat dan kepala desa bisa membantu sosialisasi kepada masyarakat.
“Semoga semua berjalan lancar dan tidak ada persoalan di lapangan,” tuturnya, Minggu (08/10).
Petugas BBWS sudah menggelar survei di sepanjang DAS, mulai dari Desa Lodan Wetan, Lodan Kulon, Jambangan, Nglojo, Gunungmulyo, Gonggang, Sumbermulyo dan Desa Kalipang.
Dengan adanya normalisasi sungai, diharapkan aliran air lebih lancar kalau sewaktu-waktu air bendung meluap dan dampak banjir bisa lebih terkendali.
“Karena ini demi kepentingan bersama, untuk mengantisipasi tingginya curah hujan pada musim penghujan yang akan datang. Kalau aliran air lancar di sepanjang DAS, dampak banjir dapat dikendalikan,” tandas Nasaton.
Soal kondisi Bendungan Lodan, Nasaton sudah menerima informasi dari petugas bendungan, bahwa per Minggu siang (08/10), elevasi permukaan air 44,85 m dan menampung volume air 2 Juta meter kubik.
“Artinya masih normal, meski kondisi panas terik,” imbuhnya.
Meski masih normal, namun air Bendungan Lodan hanya untuk suplai pelanggan PDAM. Tidak untuk pengairan lahan pertanian.
Koordinator Petugas Pemantau Bendungan Lodan, Gunadi membenarkan kondisi air bendung tidak sampai mengering, meski elevasi menurun akibat musim kemarau.
“Elevasinya masih tergolong aman,” kata Gunadi.
Petugas bendungan mencatat, peristiwa terakhir tanggal 02 Maret 2023, air bendungan Lodan meluap dan mengakibatkan banjir besar. (Musyafa Musa).
