Berdayakan Mustahik, Baznas Rembang Launching Program Rembang Makmur
Launching program Rembang Makmur oleh Baznas Rembang di Desa Sumulpule Kecamatan Kragan, Rabu (04/10).
Launching program Rembang Makmur oleh Baznas Rembang di Desa Sumurpule Kecamatan Kragan, Rabu (04/10).

Kragan – Pemberian zakat kepada orang yang berhak menerima (Mustahik), tidak hanya dalam bentuk sembako maupun uang tunai saja. Namun bisa pula dikemas menjadi pemberdayaan masyarakat, agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka waktu yang panjang.

Seperti yang dilakukan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Rembang, yaitu memberikan pelatihan budidaya jamur tiram kepada mustahik di Desa Sumurpule Kecamatan Kragan, Rabu (04/10). Ada sekira 12 orang mustahik yang mendapat bekal pelatihan tersebut.

Ketua Baznas Rembang, Mohammad Ali Anshory menjelaskan pelatihan budidaya jamur tiram tersebut termasuk dalam program Rembang Makmur, yang baru pertama kali ini diluncurkan oleh Baznas. Karena masih pemula, para mustahik akan mendapat pendampingan dari mentor sampai nanti bisa mandiri.

Dengan adanya bekal pelatihan budidaya jamur, harapannya bisa semakin meningkatkan perekonomian para mustahik. Program pemberdayaan masyarakat tersebut terlaksana berkat sumber anggaran yang berasal dari dana zakat.

“Jadi program ini kami launching sebagai bentuk pemberdayaan kepada masyarakat. Harapan kami para mustahik ini bisa lebih berdaya, ekonominya semakin baik dan bisa lepas dari status sebagai mustahik,” ungkapnya.

Dipilihnya budidaya jamur tiram juga bukan tanpa alasan. Menurut Ali Anshory, pangsa pasar jamur tiram masih cukup tinggi. Disisi lain pasokan jamur tiram dari wilayah Kabupaten Rembang masih relatif sedikit.

Dari informasi yang diterima, pasokan jamur tiram dari Kabupaten Rembang hanya sekira 2,5 kwintal, sementara total permintaan mencapai 7,5 kwintal.

“Budidaya jamur tiram ini relatif mudah, bahkan dalam 45 hari sudah bisa panen. Informasi dari vendor pemasaran jamur tiram, di Rembang ini juga masih sedikit pasokan jamurnya jadi masih banyak peluang di pasaran,” imbuh Ali Anshory.

Program pemberdayaan masyarakat berupa pelatihan budidaya jamur ini rencananya akan terus berlanjut ke Desa-desa yang lain. Namun Baznas akan berupaya untuk memetakan daerah mana saja yang cocok untuk digunakan budidaya jamur tiram. Mengingat jamur tersebut lebih mudah dikembangkan di wilayah dataran tinggi.

“Akan kami petakan daerah mana saja yang cocok untuk budidaya jamur tiram. Mungkin nanti bisa di daerah Lasem, Pancur, Sedan, Pamotan atau wilayah lain yang memang lokasinya didataran tinggi,” pungkasnya. (Wahyu Adi).

News Reporter

Tinggalkan Balasan