Dugaan Penyebab Dan Siapa Yang Bertanggung Jawab Memperbaiki, Pasca Ambruknya Sayapan Pasar Kreatif Lasem
Lokasi bagian bangunan sayapan teras timur Pasar Kreatif Lasem ambruk, Rabu pagi (04/10). Tampak polisi dan pegawai dinas terkait datang mengecek.
Lokasi bangunan sayapan teras timur Pasar Kreatif Lasem ambruk, Rabu pagi (04/10). Tampak polisi dan pegawai dinas terkait datang mengecek.

Lasem – Bangunan sayapan atau semacam teras samping timur Pasar Kreatif Lasem yang tiba-tiba ambruk, Rabu pagi (04 Oktober 2023) diduga karena penyangga tidak mampu menahan beban atap genteng di atasnya.

Kepala Dinas Perdagangan Koperasi Dan UKM Kabupaten Rembang, M. Mahfudz saat mengecek lokasi menjelaskan pihaknya sudah melihat rekaman kamera CCTV di sekitar tempat kejadian.

Hasilnya, tidak ditemukan ada tiupan angin kencang maupun getaran gempa bumi. Namun bangunan terlihat ambruk perlahan-lahan. Atas dasar itu, pihaknya menduga kemungkinan penyebabnya karena konstruksi penyangga tidak mampu menahan beban atap genteng.

“Yang kaitannya dengan bencana tidak ada, getaran-getaran gempa bumi juga nihil. Hasil pantauan kami di CCTV, kemungkinan karena konstruksi yang tidak mampu menyangga beban. Tapi untuk kepastian, menunggu investigasi lebih lanjut dari tim,” tuturnya.

Mahfudz menambahkan lokasi yang ambruk berukuran sekira 2 x 14 Meter dan ditempati kurang lebih 5 orang pedagang.

Setelah kejadian tersebut, pihaknya langsung berkoordinasi dengan otoritas terkait, termasuk dari unsur kepolisian setempat. Menurutnya, TKP langsung dipasangi garis polisi, untuk menghindari hal-hal tidak diinginkan.

“Untuk mengantisipasi orang yang lihat maupun yang lewat, biar tidak membahayakan, jadi dipolice line oleh aparat Polsek Lasem,” kata Mahfudz.

Selain itu, instansinya juga menghubungi pejabat pembuat komitmen (PPKom) yang menangani pembangunan Pasar Kreatif Lasem, guna mengambil langkah-langkah tindak lanjut.

“Sudah kita laporkan dan dari PPKom juga akan menugaskan tim untuk datang mengecek. Tidak ada korban dalam peristiwa ini, karena suasana masih sepi tadi pagi,” bebernya.

Mahfudz menimpali masa pemeliharaan bangunan yang menjadi tanggung jawab pemborong, sudah selesai bulan Juni 2023 lalu. Namun status bangunan masih aset Kementerian Pekerjaan Umum, sehingga upaya perbaikan menjadi tanggung jawab kementerian.

“Kita tunggu saja langkah-langkah strategis dari kementerian untuk melakukan perbaikan, yang jelas informasi awal sudah kita sampaikan,” pungkasnya. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan