Nyetock Di Rumah!! Pemkab Rembang Temukan Kepanikan Masyarakat, Ternyata Ini Pemicunya
Gas elpiji 3 Kg bersubsidi.
Gas elpiji 3 Kg bersubsidi.

Rembang – Pihak Pemkab Rembang menemukan adanya kepanikan masyarakat, sehingga banyak yang menyetock gas elpiji 3 kilo gram bersubsidi di tingkat rumah tangga. Akibatnya, memperparah kelangkaan.

Kepala Dinas Perdagangan Koperasi Dan UKM Kabupaten Rembang, M. Mahfudz menjelaskan berdasarkan survei instansinya, ditemukan adanya warga menyimpan 2 – 3 tabung elpiji di rumah.

“Salah satunya kemungkinan karena terpengaruh kabar beli gas 3 Kg dengan membawa KTP. Kami himbau masyarakat tidak menstock tabung elpiji di rumah. Kalau seperti itu, akan mengganggu data distribusi di pangkalan, “ tuturnya, Senin (21/08).

Menurutnya, penyaluran gas elpiji subsidi di Kabupaten Rembang ditangani oleh 9 agen dan 300 an pangkalan.

“Harapan pemerintah, warga tidak mampu ketika datang ke pangkalan mau membeli, barang ada. Padahal dari sisi pasokan, tidak ada kendala, “ imbuhnya.

Mahfudz menambahkan pemerintah sudah menerbitkan aturan membeli gas bersubsidi dengan membawa KTP.

Namun kebijakan itu belum diterapkan di Kabupaten Rembang, karena masih tahap pendataan nomor induk kependudukan (NIK). Sumber NIK ada 2 macam, yakni dari data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS), serta data dari agen maupun pangkalan.

Nantinya kalau pendataan selesai, otomatis warga yang berhak mendapatkan gas subsidi dan yang tidak berhak, akan terdeteksi melalui sistem.

“Sekarang belum dilaksanakan pembeli berbasis NIK. Jadi penjualan masih seperti biasa. Kami belum tahu kapan mulai di Rembang. Kalau sudah diberlakukan, misalnya tidak miskin maka yang bersangkutan akan tersortir oleh sistem, “ terang Mahfudz.

Ia menegaskan upaya tersebut untuk mewujudkan subsidi tepat sasaran, sekaligus mengurangi potensi penyimpangan. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan