Momen Saat Gus Hanies Tolak Lamaran, Gus Nadhief Akhirnya Batal Pensiun
Suasana Konfercab GP Ansor ke-XXII di Balai Kartini. (Foto atas) Gus Nadhief Sidqi (berdasi baju putih), kembali terpilih menjadi Ketua GP Ansor Rembang, Jum’at (18/08).
Suasana Konfercab GP Ansor ke-XXII di Balai Kartini. (Foto atas) Gus Nadhief Sidqi (berdasi baju putih), kembali terpilih menjadi Ketua GP Ansor Rembang, Jum’at (18/08).

Rembang – Ada momen menarik saat pembukaan Konferensi Cabang ke-XXII Gerakan Pemuda Ansor Rembang di Gedung Balai Kartini, Jum’at pagi (18 Agustus 2023).

Momen itu terjadi ketika Ketua GP Ansor yang berakhir masa jabatannya, Gus Nadhief Sidqi berharap ingin menggantikan posisi M. Hanies Cholil Barro’ (Gus Hanies) sebagai Ketua Dewan Penasehat GP Ansor Rembang.

“Semoga konferensi ini menghasilkan keputusan penting, pemimpin baru yang lebih baik. Kalau boleh saya melamar, saya ingin menggantikan posisi Gus Hanies sebagai Ketua Dewan Penasehat, “ ungkapnya disambut tawa kader GP Ansor.

Gus Nadhief menimpali Kofercab kali ini mengambil tema “Menuju Kebangkitan Baru”, diharapkan kedepan Ansor bersama pihak lain semakin memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ketua Dewan Penasehat GP Ansor Rembang, M. Hanies Cholil Barro’ saat memperoleh giliran sambutan menyatakan langsung menolak lamaran Gus Nadhief.

“Yang tadi melamar menggantikan saya di Dewan Penasehat, langsung secara otomatis ditolak, “ tandasnya.

Menurut Gus Hanies, tidak banyak yang bisa seperti Gus Nadhief, karena mampu mengontrol organisasi besar, sambil momong dan terkadang ketiduran hingga sulit dibangunkan.

“Bangun-bangun sudah demisioner, enak sekali mau pensiun, “ bebernya.

Gus Hanies yang juga Wakil Bupati Rembang ini memperinci Gus Nadhief Sidqi terpilih menjadi Ketua GP Ansor pada bulan Agustus 2019 lalu, kemudian Maret 2020 Indonesia menetapkan terjadi pandemi Covid-19.

“Pandemi sampai dua tahun, baru 2023 awal dibuka. Artinya kalau itung-itungan khidmah (pengabdian) nya baru 1 tahun saja ndak ada, “ imbuh Gus Hanies dengan nada bercanda.

Dalam kesempatan itu, Gus Hanies menyebut sejumlah fenomena menjadi tantangan bagi GP Ansor. Salah satunya adalah kemajuan teknologi, sehingga harus disikapi para kader, jangan sampai gagap teknologi.

“Jadi peningkatan kualitas kader menjadi hal mutlak, nggak boleh lagi ada kader Gaptek (gagap teknologi-Red). Kader Ansor, Kader Banser nomor WA wae ora duwe, nggak boleh lagi. Kita semua sudah sangat tergantung pada teknologi, kita harus bisa benar-benar memanfaatkan, “ terangnya.

Konferensi Cabang GP Ansor ini juga mengagendakan pemilihan ketua baru. Gus Nadhief Sidqi (38 tahun), salah satu putera KH Hamid Mabrur sekaligus pengasuh Pondok Pesantren An-Nawawiyah Desa Tasikagung Rembang, akhirnya terpilih lagi menduduki posisi itu untuk kali kedua, tepatnya periode 2023 – 2027. Ia direkomendasikan oleh semua pimpinan anak cabang dan pimpinan ranting.

Sedangkan posisi Sekretaris akan diputuskan melalui rapat tim formatur, dalam kurun waktu 7 x 24 jam sejak konferensi berakhir. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan