MPLS SMA N 3 Rembang, Ini Bedanya Dengan Sekolah Lain
Guru dan karyawan SMA N 3 Rembang berbaris untuk menyambut siswa dihari pertama sekolah, Senin (17/07).
Guru dan karyawan SMA N 3 Rembang berbaris untuk menyambut kedatangan murid dihari pertama sekolah, Senin (17/07).

Rembang – Tahun ajaran baru 2023/2024 secara serentak dimulai pada hari Senin (17/07). Semangat siswa-siswi untuk bersekolah kembali bersemi, terlebih bagi mereka para peserta didik baru.

Tidak terkecuali di SMA Negeri 3 Rembang. Sejak pukul 06.30, nampak siswa-siswi mulai berbondong-bondong memasuki gerbang sekolah. Bapak ibu guru pun juga berbaris rapi memberikan sambutan hangat bagi siswa-siswinya.

Kepala Sekolah SMA N 3 Rembang, Hedi Wibowo mengatakan pihaknya menyambut siswa-siswi dengan meriah pada hari pertama masuk sekolah. Hal tersebut sekaligus menegaskan bahwa SMA N 3 Rembang konsisten dalam menerapkan Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM).

“Jadi MPLS ini kami kemas ala GSM. Anak diterima sebagai keluarga SMA N 3 Rembang, jadi perlakuannya sangat luar biasa,” ujarnya.

Saat menyambutan siswa-siswi, sekira 85 guru dan karyawan turut dilibatkan. Tidak lupa berbagai pernak pernik hiasan juga ditampilkan, seperti rangkaian balon berbentuk cinta (love), hiasan bendera, hingga spot foto untuk siswa maupun orang tua.

“Kami bikin rangkaian balon berbentuk love, yang menandakan sekolah ini penuh dengan cinta dan kasih sayang. Kita sediakan juga spot foto untuk orang tua bersama anaknya,” kata Hedi.

Ditanya soal GSM, Hedi menjelaskan sekolah yang menerapkan sistem pembelajaran tersebut, harus melakukan kegiatan belajar mengajar dengan penuh kesenangan dan inovasi. Sehingga diharapkan siswa bisa belajar dengan rasa nyaman dan bahagia.

“Kita bikin siswa-siswi ini betah belajar dikelas. Maka pembelajaran yang dilakukan harus menyenangkan, seperti dengan keluarga sendiri,” imbuhnya.

Pada penerapan GSM, setiap kelas juga diberikan hak untuk membuat aturannya sendiri. Maka perlu adanya kesepakatan antara wali kelas dan murid, perihal aturan yang akan diterapkan.

“Misal ada yang terlambat hukumannya nyapu. Kemudian kalau ada yang atribut seragamnya nggak lengkap disepakati apa konsekuansinya. Yang penting semua sudah disepakati diawal,” pungkas Hedi.

Salah seorang peserta didik baru, Thoharotun Nasihah mengaku senang dengan sambutan yang diberikan oleh para guru. Ia berharap kesan manis yang ia terima diawal bisa terus dirasakan hingga lulus nanti.

“Ya rasanya bahagia dapat sambutan yang luar biasa dari bapak ibu guru dan kakak kelas juga. Kebetulan waktu awal masuk SMP dulu nggak ada sambutan semacam ini karena pas musim corona,” ujar siswi asal Desa Kuangsan itu.

Pada tahun ajaran baru kali ini, SMA N 3 Rembang membuka 10 kelas rombongan belajar (Rombel). Masing-masing kelas diisi sebanyak 36 anak, sehingga total ada 360 siswa baru yang diterima. Sementara dari 10 kelas tersebut, 1 diantaranya merupakan Kelas Khusus Olahraga (KKO). (Wahyu Adhi).

News Reporter

Tinggalkan Balasan