Biaya Impor Mencapai Rp 35 Triliun, Dintanpan Rembang Ajak Masyarakat Kurangi Konsumsi Bahan Pangan Ini
Kepala Dintanpan, Agus Iwan Haswanto, menikmati menu makan siang nasi jagung, di Kantin Dintanpan, Rabu (07/06).
Kepala Dintanpan, Agus Iwan Haswanto, menikmati menu makan siang nasi jagung, di Kantin Dintanpan, Rabu (07/06).

Rembang – Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) Kabupaten Rembang, mencoba menerapkan gerakan sehari tanpa nasi dan terigu (one day no rice no gluten). Hal tersebut bertujuan untuk mengurangi ketergantungan terhadap nasi maupun terigu.

Kepala Dintanpan Kab. Rembang, Agus Iwan Haswanto, menjelaskan ide tersebut awalnya muncul dari obrolan santai dengan para kepala bidang (Kabid). Dari sana muncul lah gagasan untuk melakukan gerakan sehari tanpa nasi dan terigu.

“Awalnya ya banyak yang komplain. Tapi lama – lama ya terbiasa. Ini sudah jalan sebulan,” katanya.

Menurutnya, masyarakat saat ini perlu mengoptimalkan sumber pangan lain. Apalagi sektor pertanian Rembang selama ini tergolong sukses dalam menghasilkan ketela, jagung maupun umbi – umbian lain, yang juga memiliki kandungan karbohidrat.

“Terigu itu kan impor. Saya pernah liat datanya dalam setahun itu kita impor hampir Rp 35 Triliun. Kan lumayan kalau bisa kita kurangi konsumsinya,” ujar Agus Iwan.

Agus Iwan menambahkan, gerakan tersebut tentu tidak serta merta bisa diikuti oleh masyarakat. Namun pihaknya berupaya mengajak OPD lain, untuk mencoba gagasan baru tersebut.

“Impact nya mungkin nggak besar ya. Tapi saya coba ajak OPD lain. Apalagi ada arahan juga dari pak Bupati untuk menciptakan ketahanan pangan,” pungkasnya.

Meskipun berat untuk dilakukan, namun masyarakat perlu mencoba untuk membiasakan gerakan sehari tanpa nasi dan terigu. Jika hal tersebut mampu dilakukan, maka ketergantungan terhadap dua sumber pangan tersebut bisa semakin berkurang. (Wahyu Adhi).

News Reporter

Tinggalkan Balasan