Satu-Satunya Sekolah SD Pemilik Group Barongsai, Pihak Desa Dukung Penuh
Pentas barongsai dari SD N Karangturi Kecamatan Lasem, Sabtu malam (27/05).
Pentas barongsai dari SD N Karangturi Kecamatan Lasem, Sabtu malam (27/05).

Lasem – Sebagai desa wisata, Desa Karangturi Kecamatan Lasem mendukung penuh upaya dari sekolah SD N Karangturi yang membentuk group barongsai.

Hal ini mencatatkan sejarah tersendiri, karena merupakan satu-satunya SD di Kabupaten Rembang yang memiliki group barongsai.

Kepala Desa Karangturi, Muhari menjelaskan di lingkungan kampungnya, kebetulan banyak dihuni masyarakat Tionghoa. Ketika sekolah-sekolah lain membentuk group drum band, pemerintah desa memberikan saran masukan ke SD di desanya agar tampil beda.

“Intinya kita mendukung SD Karangturi ada barongsainya, kalau SD-SD lain kan drum band. Awalnya kalau latihan, pinjam dari klentheng Karangturi, sekarang sudah punya sendiri, “ ujarnya.

Sabtu malam (27/05) group barongsai SD Karangturi tampil di kawasan Tembok Duwur Karangturi. Mereka bermain atraktif menghibur para penonton yang memadati kawasan tersebut.

“Group barongsai ini termasuk baru tahun 2023 terbentuk. Ada 10 penabuh musik sama yang lompat-lompat itu 4 anak, totalnya kira-kira 14 personil. Kita bantu promosikan, sekaligus untuk meramaikan Tembok Duwur, “ imbuh Muhari.

Muhari menambahkan setelah kampungnya ditata dalam proyek kawasan Kota Pusaka Lasem, pihak desa berupaya mengantisipasi hal-hal negatif yang muncul dari ramainya pengunjung, terutama tiap malam Minggu.

Ia mencontohkan pengunjung menenggak Miras, selalu didekati secara persuasif agar tidak mengulangi tindakan serupa.

“Setiap malam kita pantau, terkadang kita temukan bau alkohol. Ndak warga saya itu, tapi dari luar yang duduk-duduk di bangku. Saya beberapa kali temukan minuman, saya ingatkan ojo ngombe ning kene yo mas. Yo tetep tak alus mas. Kalau sudah terlalu, ya kita libatkan aparat, “ terangnya.

Begitu pula dengan sampah seusai ada pentas seni, menurutnya pihak desa juga mengerahkan tenaga kebersihan.

“Malam Minggu ada kegiatan, setelah itu tetap kita bersihkan. Dari desa menggaji orang untuk membersihkan. Kita menjaga lah Kota Pusaka, tinggal merawat kedepan biar tetap baik, “ tandas Kades.

Apalagi kedepan diprediksi akan semakin banyak kegiatan, sehingga Pemdes Karangturi meminta masyarakat pengunjung juga bisa saling menyadari arti penting kebersihan dan ketertiban.

“Sudah ada tempat-tempat sampah di sepanjang jalan. Kalau buang sampah pada tempat yang disediakan, kita sama-sama enaknya, kan begitu, “ pungkasnya. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan