Beri Nuansa Beda, Wasit Perempuan Di Rembang Mulai Bermunculan
Dua wasit hakim garis perempuan menjalankan tugas, saat pertandingan tim Garda Bangsa melawan PWI n Friends di Stadion Krida Rembang, Senin sore (10/04).
Dua wasit hakim garis perempuan menjalankan tugas, saat pertandingan tim Garda Bangsa melawan PWI n Friends di Stadion Krida Rembang, Senin sore (10/04).

Rembang – Wasit-wasit sepak bola perempuan mulai bermunculan di Kabupaten Rembang. Uniknya lagi, ada yang baru berumur 14 tahun. Fenomena ini semakin menguatkan kesetaraan gender, bahwa wasit sepak bola tidak hanya didominasi kaum laki-laki saja.

Seperti saat pertandingan antara Garda Bangsa FC melawan PWI n Friends di Stadion Krida Rembang, Senin sore (10/04). Dua hakim garis diisi oleh dua orang remaja perempuan, masing-masing Rafita Nur Yuliana dan Suci Indriyani.

Rafita baru berusia 14 tahun. Siswi kelas IX SMP N 3 Rembang dari Desa Gedangan Rembang tersebut mengaku sudah menjalani profesinya sekira 5 bulan terakhir.

“Awalnya diajak oleh pelatih, seneng sich, “ ungkapnya.

Saat kali pertama menjadi hakim garis, Rafita membenarkan rasa deg-degan kerap kali muncul. Apalagi dirinya sempat membuat kesalahan, sehingga menghadapi situasi kurang nyaman akibat ditekan penonton.

“Setelah itu saya fokus melanjutkan, agar tidak membuat kesalahan lagi. Kedepan pengin terus menambah jam terbang, “ kata Rafita.

Hal senada diungkapkan wasit sepak bola lainnya, Suci Indriyani, warga Desa Tireman Rembang.

Wanita berusia 22 tahun ini mengisahkan sudah senang sepak bola sejak kecil. Ketika kuliah di Universitas Negeri Semarang pun, mengambil jurusan olahraga. Ia bersyukur bisa lolos pelatihan wasit, bulan Desember 2022 lalu.

“Alhamdulilah saat Askab PSSI buat pelatihan C 3, saya ikut dan lolos, “ ujarnya.

Suci menimpali sudah pernah memimpin pertandingan pada ajang Piala Pertiwi di Semarang. Baginya sangat seru, sekaligus mengasah mental.

“Meskipun waktu itu tanpa penonton, tapi ya deg-degan juga. Yang penting saya berusaha tampil percaya diri, “ imbuh Suci.

Pemain PWI n Friends, Andreas Priharistianto mengungkapkan kehadiran wasit sepak bola perempuan memberikan nuansa tersendiri.

“Kalau di kota-kota besar mungkin sudah biasa ya, tapi di Rembang termasuk masih sangat jarang. Ini momentum yang bagus untuk terus dikembangkan. Monggo kalau temen-temen bertanding, bisa melibatkan mereka, “ tuturnya.

Selama wasit perempuan melakoni tugas di pertandingan antara Garda Bangsa dan PWI n Friends, berjalan lancar hingga waktu tiba berbuka puasa. Kedudukan berakhir 4 – 0 untuk kemenangan PWI n Friends.

Pertandingan Ngabuburit tersebut didukung oleh Fantastic Modern Khitan (Famotan), video shooting Play On, fotografer sepak bola Lontonx Motret (No HP 0856 4012 4241), serta laundry dengan kualitas bersih dan wangi, Kucek Laundry penomenal di Jalan pemuda Rembang. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan