Bupati : “Ora Tak Wenehi, Ini Modus…”
Proyek peningkatan jalan Karangsekar – Babadan – Pengkol diputus kontrak. (Foto atas) Bupati Rembang, Abdul Hafidz saat memantau proyek jalan.
Proyek peningkatan jalan Karangsekar – Babadan – Pengkol diputus kontrak. (Foto atas) Bupati Rembang, Abdul Hafidz saat memantau proyek jalan.

Kaliori – Pemerintah Kabupaten Rembang tidak akan gegabah memberikan uang muka kepada pelaksana proyek, karena rawan penipuan.

Hal itu menyusul proyek fisik tidak dikerjakan sebagaimana mestinya oleh pelaksana (pemborong), karena mereka ternyata tidak mempunyai uang yang cukup untuk biaya penggarapan.

Bupati Rembang, Abdul Hafidz curiga pemberian uang muka dari pemerintah, sering digunakan sebagai modus penipuan. Begitu terima uang muka, pelaksana proyek kabur.

Praktek semacam ini, sudah kerap terjadi di berbagai lokasi, sehingga harus waspada.

“Nyagerno utangan, nyagerno uang muka. Nek tak kei uang muka digondol mlayu malah repot (kalau dikasih uang muka, dibawa kabur, malah repot-Red). Ora tak wenehi uang muka pokoke, uang muka ini modus. Uang muka diambil, terus lari. Info ini saya ambil dari temennya pak Kapolres, “ kata Bupati.

Hafidz mencontohkan proyek peningkatan jalan antara Desa Karangsekar – Babadan – Pengkol di Kecamatan Kaliori. Ia menduga pelaksana tidak mempunyai uang yang cukup, sehingga penggarapannya terlunta-lunta, hingga akhirnya Pemkab Rembang memutus kontrak.

“Saya akui iya bermasalah dan sudah kita putus kontrak. Lha wong ora duwe duwik, ndang melok nawar Miliaran, Rp 3,4 Miliar (Lha tidak punya uang, ikut nawar Miliaran, Rp 3,4 Miliar), ngakokno ati, “ bebernya.

Meski diputus kontrak, Pemkab Rembang tetap memastikan akan melanjutkan proyek tersebut sampai selesai tahun ini.

“Saya janji akan kita selesaikan. Pak Kades mohon warganya dikasih tahu, ora usah ngamuk. Bupatimu iki lho nganti awake kuru, perkoro mikir dalan, “ imbuhnya tersenyum.

Bupati juga menimpali tidak ada kerugian negara dalam proyek yang diputus kontrak itu.

“Dadi nek ono sing muni duwite dinggo mayoran Bupati sama Kapolres, iku fitnah gedhe. Ndak ada. Proyek diputus, karena ada faktor X ora duwe duwik (pelaksana), disamping ada pengaruh cuaca ekstrim. Kulo ngapunten sama pak Kades Karangsekar, Babadan, Pengkol. Mpun saya pastikan, akan kita selesaikan, “ pungkas Bupati. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan