Bupati : “Duwite Sewu Rong Ewu, Tak Klumpukke Sithik-Sithik…”
Bupati Rembang, Abdul Hafidz saat berada di Pasar Kragan, usai penataan.
Bupati Rembang, Abdul Hafidz saat berada di Pasar Kragan, usai penataan.

Kragan – Pasar Kragan selesai dibangun dengan alokasi anggaran Rp 5,2 Miliar, sehingga bisa langsung digunakan untuk meningkatkan transaksi jual beli.

Bupati Rembang, Abdul Hafidz menjelaskan penataan Pasar Kragan dikerjakan secara bertahap, karena anggaran daerah dimanfaatkan untuk beragam kepentingan.

“Butuhe ora mok pasar thok, tapi kulo bagi-bagi. Misale nggeh noto abrasi ne Kragan, iki petinggine patang tahun ngusulke. Angger ketemu kulo, petinggi mecuca-mecucu, lha lagi iso tahun iki, “ tuturnya, saat peresmian Pasar Kragan, baru-baru ini.

Hafidz membeberkan hasil revitalisasi Pasar Kragan, terdapat 48 kios dan 1 los baru yang bisa ditempati 170 orang pedagang. Ia memastikan pedagang tidak dikenai biaya sepeserpun.

“Duwite sebagian nggeh uang retribusi sangking jenengan, sewu rong ewu tak klumpukke sithik-sithik. Mbok korupsi boten pak ? insyaallah boten. Ngko duwe pemikiran duwik diklumpukno, nggo korupsi, boten, ampun nggeh, “ terang Bupati.

Bupati menimpali penataan Pasar Kragan masih akan terus dilanjutkan tahun 2023 ini, dengan alokasi anggaran Rp 1 Miliar. Prioritasnya untuk penataan saluran pembuangan air dan jalan di seputaran pasar.

Melalui revitalisasi tersebut, menurutnya aktivitas jual beli akan semakin nyaman.

“Pedagang ne dodolan ambegane ben lego, ora becek, ora usel-uselan. Tempat-tempat usaha perdagangan secara berkala akan terus kita upayakan pembangunan fisikipun, “ tandasnya.

Rumisih, warga Desa Karanglincak Kecamatan Kragan mengaku senang sekarang Pasar Kragan lebih tertata. Bagi pembeli seperti dirinya, yang penting pasar bersih dan nyaman.

“Tempate kepenak, harapane belonjo cepet, penak, nyaman, bersih, “ kata Rumisih.

Sementara itu, seorang pedagang Pasar Kragan, Ahmad Duri menyebut PR yang masih tersisa adalah masalah saluran dan pemasangan paving. Ia berharap hal itu menjadi perhatian pemerintah.

“Tapi alhamdulilah informasinya sudah dianggarkan oleh Pemkab Rembang. Semoga kedepan dagangan semakin laris, usaha tambah lancar, “ ucapnya.

Selama tahun 2022, Pemkab Rembang sudah menata 8 pasar tradisional, diantaranya los pasar ikan Lasem, penataan lingkungan Pasar Sarang, Pasar Pandangan, Pasar Gandrirojo Sedan, Pasar Pamotan, Pasar Sedan dan penataan lingkungan Pasar Sumber.

Sedangkan tahun 2023, penataan pasar akan berlanjut dengan sasaran 9 lokasi pasar. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *