Banyak Kapal Ingin Dijual, Namun Tidak Laku!! Ribuan Nelayan Siap Demo Di DPRD Rembang, Bawa 6 Tuntutan
Tuntutan nelayan yang akan aksi demo di DPRD Rembang, Rabu besok.
Tuntutan nelayan yang akan aksi demo di DPRD Rembang, Rabu besok.

Rembang – Sekira 3 ribuan orang nelayan jaring tarik berkantong (JTB) akan menggelar aksi demo di depan Gedung DPRD Rembang, hari Rabu (11/01) besok.

Koordinator Lapangan (Korlap) aksi demo, Lestari Priyanto menjelaskan ada 6 tuntutan yang diusung para nelayan. Pertama, terkait dengan harga bahan bakar minyak (BBM) industri, dianggap terlalu tinggi bagi kalangan nelayan, yakni mencapai Rp 14 Ribu per liter.

“Mohon kebijakan dari pemerintah, BBM industri khusus nelayan dengan harga lebih murah. Kita keberatan, soalnya biaya operasional melaut sangat tinggi. Kebutuhan solar tergantung ukuran kapalnya. Sekali melaut, ada yang habis 8 ton, 15 ton ya ada, “ tuturnya.

Kedua, tentang penangkapan ikan terukur. Pihaknya menolak rencana tersebut, karena dikhawatirkan menurunkan hasil tangkapan.

Ketiga, nelayan dengan alat tangkap jaring tarik berkantong dilarang memasuki Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) 713 atau perairan Kalimantan Selatan sampai Laut Makassar. Nelayan Rembang berharap tetap diperbolehkan, karena lokasi tersebut banyak ikan.

“Pada umumnya nelayan Rembang nyari ikan di WPP 712 laut utara Pulau Jawa. Sebagian juga menghendaki ingin masuk WPP 713, tapi nggak boleh ke situ. Padahal dulu banyak nelayan kita beroperasi di wilayah tersebut, “ beber Lestari.

Tuntutan keempat, soal pungutan pajak yang dibebankan kepada nelayan sebesar 10 % dari total hasil tangkapan ikan. Nelayan mendesak diturunkan menjadi 3 % saja.

“Pajak ini diberlakukan pasca bayar mulai tanggal 01 Januari 2023. Tarifnya 10 %, jelas kita menolak. Misal hasil tangkapan nilainya Rp 400 Juta, minimal kita bayar Rp 40 Juta. Kita ingin turun 3 %, realistis kalau itu, “ tandasnya.

Selain 4 tuntutan tersebut, pihaknya juga menggelorakan penolakan sanksi denda administrasi 1.000 % dan meminta Perda Perlindungan Nelayan, terkait transaksi keuangan di tempat pelelangan ikan (TPI).

Menurut Lestari, banyaknya aturan yang memberatkan nelayan akan mengurangi bagi hasil antara pemilik kapal dengan nelayan. Apalagi harga ikan masih fluktuatif. Saat ini saja, banyak kapal perikanan sudah tidak mampu beroperasi.

“Pemilik kapal sebenarnya ingin menjual kapal mereka, tapi tidak ada peminat yang mau beli, “ keluh Lestari.

Pria asal Kelurahan Pacar, Rembang ini menambahkan para peserta demo akan mengawali aksi jalan kaki dari Pelabuhan Tasikagung, kemudian menyusuri jalur Pantura dan menggelar orasi di depan Gedung DPRD.

Pihaknya memastikan sudah berkoordinasi dengan aparat Polres Rembang, supaya demo besok pagi bisa berjalan aman dan tertib.

“Perwakilan kita hari ini diundang ke Mapolres Rembang. Besok pagi, sebelum aksi juga akan ada pengarahan dari bapak-bapak polisi. Jam 8 pagi mulai jalan, “ pungkas Ketua Asosiasi Nelayan Jaring Tarik Berkantong Bhaita Adhiguna ini.

Sementara itu, DPRD Rembang sudah menghubungi pihak-pihak terkait, agar dalam aksi demo diadakan audiensi untuk menanggapi tuntutan para nelayan. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan