Datangi, Dekati Dan Akhirnya Mereka Mau Kembali Lagi
Penyaluran bantuan untuk anak putus sekolah yang akhirnya mau kembali bersekolah, Kamis (05/01).
Penyaluran bantuan untuk anak putus sekolah yang akhirnya mau kembali bersekolah, Kamis (05/01).

Rembang – Ribuan anak di Kabupaten Rembang masih menyandang status putus sekolah.

Hal itu terlihat dari program GASPOL 12 (Gerakan Ayo Sekolah Pol 12 Tahun) yang digulirkan Dinas Pendidikan Pemuda Dan Olahraga Kabupaten Rembang, guna mengembalikan anak putus sekolah, agar bisa bersekolah lagi minimal sampai jenjang SMA sederajat.

Mereka menyasar 6 kecamatan yakni Kecamatan Sumber, Pancur, Pamotan, Kragan, Sarang dan Kecamatan Sedan.

Dari 1.477 anak putus sekolah di 6 kecamatan tersebut, 157 anak diantaranya berhasil dibujuk untuk mau kembali sekolah, sehingga masih tersisa 1.320 anak.

Wakil Bupati Rembang, M. Hanies Cholil Barro’ menyatakan masih banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus dikerjakan, karena angka itu baru di 6 kecamatan. Belum lagi 8 kecamatan lain yang perlu mendapatkan penanganan.

“Ya sampai selesai dong. Dari total 14 kecamatan kan baru 6 kecamatan. Termasuk perlu sinkronisasi data dari Dinas Pendidikan dengan desa. Bisa jadi mungkin ada perbedaan dengan data di desa, “ tuturnya.

Meski demikian ia sangat mengapresiasi upaya GASPOL 12 membuka ruang diskusi terhadap anak-anak putus sekolah. Jumlah 157 anak ditarik ke bangku sekolah lagi, merupakan pencapaian yang bagus.

“Saya kira capaian luar biasa, kerja 1 tahun terakhir kemarin. Apalagi 1,5 tahun sebelumnya dampak pandemi masih terasa, sekolah belum buka total, “ terang Wabup.

Kebanyakan anak putus sekolah karena faktor ekonomi. Kalau itu yang memicu, Pemkab Rembang siap membantu. Tapi jika ada faktor lain, termasuk anak memilih bekerja, menurutnya perlu diskusi untuk mencari solusi.

“Jika alasannya ekonomi, kita ada bantuan, meski tidak banyak. Yang jelas kita tetap komitmen membantu, “ tandasnya.

Seorang anak yang sempat putus sekolah, Ahmad Ridwan Ansori mengakui dampak Covid-19 berimbas pada ekonomi orang tuanya, sehingga terpaksa berhenti sekolah selama 1 tahun.

Remaja warga Desa Jeruk Kecamatan Pancur ini menimpali setelah dari SMP N II Pancur, Ahmad Ridwan sekarang melanjutkan ke SMK N II Rembang, usai ditawari tim GASPOL 12.

“Tim GASPOL 12 datang ke rumah saya menawarkan bantuan dan meminta melanjutkan sekolah, akhirnya saya mau melanjutkan, “ beber Ahmad.

Sementara itu 157 anak yang kembali bersekolah mendapatkan bantuan dari Pemkab Rembang, hari Kamis (05/01) di Gedung Hijau Rembang. Pemkab menggelontorkan total bantuan sosial sebesar Rp 109.300.000.

Siswa SD menerima Rp 500 Ribu, SMP sederajat Rp 600 Ribu, sedangkan SMA sederajat dibantu Rp 800 Ribu per anak. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *