Penebusan Diprediksi Melonjak, Dintanpan Beberkan Stok Pupuk Bersubsidi
Campuran pupuk Urea dan NPK dibutuhkan petani, untuk menyuburkan tanaman.
Campuran pupuk Urea dan NPK dibutuhkan petani, untuk menyuburkan tanaman.

Rembang – Serapan pupuk di Kabupaten Rembang semakin meningkat, seiring dengan tingginya curah hujan, belakangan ini.

Di Kabupaten Rembang, kuota pupuk bersubsidi jenis Urea mencapai 25.300 Ton dan NPK sebanyak 27.300 Ton.

Kepala Dinas Pertanian Dan Pangan Kabupaten Rembang, Agus Iwan Haswanto menjelaskan penebusan Urea per bulan November ini sudah mencapai 81 % dari total kuota, sedangkan untuk NPK mencapai 91 %.

Meski demikian, pihaknya optimis sisa persediaan pupuk yang ada, akan mampu mencukupi kebutuhan petani sampai akhir bulan Desember tahun ini.

“Hitungan kami masa tanam pertama sampai bulan Desember, untuk Urea dan NPK cukup, “ bebernya.

Agus Iwan mengakui terkadang petani masih menghadapi kendala penebusan pupuk dengan menggunakan Kartu Tani. Penyebabnya, Kartu Tani belum diterima atau karena Kartu Tani tidak terdeteksi pada mesin EDC.

Jika terjadi semacam itu, ia mengimbau kepada para petani untuk meminta bantuan petugas Balai Penyuluh Pertanian (BPP) terdekat, supaya nantinya dapat difasilitasi.

“Kita siapkan bantuan administrasi dari BPP yang nanti meneruskan ke Bank BRI. Yang jelas kalau ada keluhan kendala, koordinasikan dengan petugas penyuluh, nanti biar bisa dibantu, “ tandas Agus.

Pihak Dinas Pertanian Dan Pangan memprediksi penebusan pupuk akan terus bertambah menjelang tahun 2023. Sebelum kuota baru diumumkan, perlu antisipasi agar distribusi pupuk tidak mengalami kelangkaan di moment pergantian tahun.

Selain itu, petani juga didorong untuk membiasakan diri mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia, dengan memanfaatkan pupuk organik. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *