Kenapa Rembang Belum Punya Mall, Bupati Ungkap Alasan Utamanya
Kawasan Bundaran Tugu Pasar, jantungnya Kota Rembang.
Kawasan Bundaran Tugu Pasar, jantungnya Kota Rembang.

Rembang – Bupati Rembang, Abdul Hafidz mengaku sudah mendengar adanya pertanyaan dari masyarakat, kenapa di Rembang sampai sekarang belum ada mall.

Bupati menganggap hal itu soal gampang. Tapi Pemkab Rembang tak ingin terburu-buru menarik investor untuk membangun mall, karena angka kemiskinan di wilayahnya masih tinggi, yakni pada kisaran 15,9 %.

“Ketika muncul wacana, pak Bupati mbok yo ono mall di Rembang, yo wis gampang. Kalau soal itu kan gampang, tapi saya ingin bagaimana kita kuat dulu. Kemiskinan kita masih tinggi, 15,9 %, hari ini masih tinggi kita, “ terangnya, saat undian Tamades BPR BKK Lasem, di Pendopo Museum Kartini, pekan ini.

Kalau pondasi perekonomian di Kabupaten Rembang sudah kuat, kemudian angka kemiskinan semakin berkurang, ia sependapat apabila Rembang memiliki mall.

“Pengangguran terbuka kita hanya 3,6 %, sudah minim. Pertumbuhan ekonomi kita cukup bagus. Dari sini kita memang cukup bangga, tapi kalau melihat kemiskinan, ya nanti dulu. Kaki kita belum kuat. Kalau sudah kuat, monggo nanti bersama-sama mengikuti perkembangan keinginan aspirasi dari masyarakat, “ imbuh Bupati.

Hafidz menyarankan agar perekonomian Kabupaten Rembang semakin tumbuh, ia mengajak masyarakat untuk membelanjakan uangnya di daerah sendiri, supaya perputaran uang tidak lari keluar daerah.

“Ojo nggolek duwite ning Rembang, tapi mbuwake ning Semarang. Kalau pertumbuhan ingin cepat, sirkulasi keuangan harus kita putar sendiri. Bukan berarti kita alergi dengan daerah lain. Tapi memperkuat kaki kita sendiri, hidup di atas kaki kita sendiri, “ urainya.

Ia mencontohkan salah satu caranya dengan membeli produk UMKM, sekaligus bangga dengan produk-produk yang dihasilkan oleh Kabupaten Rembang.

“Ayo beli barang-barang dari UMKM kita, biar uang muter-muter di Rembang terus, “ tandas Hafidz.

Sebelumnya dalam beberapa kali kesempatan, sejumlah warga sempat menanyakan kenapa Rembang belum memiliki mall. Menurut mereka, mall dianggap salah satu tanda majunya perekonomian sebuah daerah.

Tapi sebagian kalangan juga berbeda pendapat, seraya memberi masukan Rembang tidak perlu mengikuti gaya daerah lain. Apalagi seiring dengan maraknya belanja online, fungsi mall tidak sekeren 5 atau 10 tahun yang lalu. Hal itu nampak dari pusat perbelanjaan di kota-kota besar yang sekarang lebih sepi. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *