Membedah Muay Thai : Dari Warna Celana, Hingga Mengenal Kode Bahasa Thailand
Yudiono mencontohkan salah satu pukulan yang dilarang, dengan sengaja menciderai lawan. (Foto atas) Ketua Pengcab Muay Thai Kab. Rembang, Musyafa Musa menunjukkan video Wai Kru, semacam gerak tarian sebelum bertanding.
Yudiono mencontohkan salah satu pukulan yang dilarang, dengan sengaja menciderai lawan. (Foto atas) Ketua Pengcab Muay Thai Kab. Rembang, Musyafa Musa menunjukkan video Wai Kru, semacam gerak tarian sebelum bertanding.

Rembang – Pengcab Muay Thai Kabupaten Rembang menggelar Coaching Clinic, tentang aturan bertanding dan teknik permainan Muay Thai kepada para atlet.

Bertempat di Sekretariat Pengcab Muay Thai Kabupaten Rembang, hari Minggu (30/10), dua pemateri yakni pelatih Rita Wulansari dan Yudiono selaku wasit, memberikan paparan seputar cabang olahraga yang berasal dari Thailand tersebut.

Rita Wulansari menuturkan cukup banyak perubahan aturan Muay Thai yang harus diketahui, sehingga bisa menjadi acuan pengurus maupun atlet untuk menyiapkan diri.

Wanita warga Desa Sumberjo, Rembang ini mencontohkan celana atlet ketika dalam pertandingan resmi, sekarang wajib berwarna hitam, baik dari sudut merah maupun sudut biru. Padahal dulu warnanya berbeda.

“Kostum pemain pun ada perubahan ketentuan. Warna celana harus hitam, nggak boleh warna lain. Atlet mau tanding harus menampilkan Wai Kru dulu, semacam gerak tarian khas Muay Thai. Ini menyesuaikan dengan aturan IFMA, Muay Thai berafiliasi ke IFMA, “ tuturnya.

Sementara itu, wasit Muay Thai, Yudiono lebih banyak menjelaskan aturan main di atas ring, apa yang boleh dan apa saja yang dilarang. Semisal, ketika petarung sengaja menciderai lawan, dengan memukul kepala bagian belakang atau sengaja ingin mematahkan bagian lutut, wasit punya kewenangan mendiskualifikasi.

“Ada teguran dan peringatan. Ketika peringatan, poin atlet dikurangi 1. Tapi kalau wasit mengetahui ada kesengajaan untuk menciderai lawan, atlet bisa saja didis. Saat lawan sudah jatuh, tidak boleh diserang, itu juga bisa didiskualifikasi, “ terang pria asal Desa Sendangmulyo Kecamatan Bulu ini.

Termasuk kode-kode bahasa asing dari wasit yang wajib diketahui atlet ketika akan mulai bertanding, berhenti atau menjauhkan kedua petarung. Semua menggunakan Bahasa Thailand, sehingga para atlet mulai sekarang harus sudah memahami.

“Chock mulai bertanding, yoot berarti stop atau berhenti dipisah, yaek artinya break, kedua petarung saling menjauh. Ketika ada petarung jatuh, wasit menghitung 1 sampai 10, juga pakai bahasa Thailand. Sebelum hitungan 8, kalau atlet masih mampu, harus segera berdiri, “ imbuh Yudiono.

Foto bareng peserta coaching clinic Muay Thai.
Foto bareng peserta coaching clinic Muay Thai.

Dalam kesempatan itu, Ketua Pengcab Muay Thai Kabupaten Rembang, Musyafa Musa membeberkan Kabupaten Rembang dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah bulan September 2023, akan menjadi tuan rumah Muay Thai. Ada 13 nomor untuk putera dan 10 nomor puteri yang dipertandingkan.

“Ini peluang bagi tuan rumah. Kita masih terus mencari tambahan petarung pada sisa waktu ini, “ ungkapnya.

Musyafa menyampaikan coaching clinic ini merupakan sarana transfer ilmu, sehingga para atlet memiliki kesamaan pandangan dan siap menghadapi Porprov Jawa Tengah.

“Jangan sampai hal-hal sepele yang tidak diketahui atlet, justru akan merugikan atlet itu sendiri ketika bertarung. Mohon setelah coaching clinic ini, ilmunya dapat ditularkan sama temen-temen yang kebetulan belum bisa hadir ya, “ pungkas Musa. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *