Membangkitkan Literasi Zaman Now, Dari Anime Hingga K-Pop!! Semarak Bulan Bahasa SMA N I Sale
Antusias siswa SMA N I Sale menyemarakkan Bulan Bahasa. (Foto atas) Kepala SMA N I Sale, Sukandar menyerahkan penghargaan kepada duta literasi terbaik, hari Kamis (27/10).
Antusias siswa SMA N I Sale menyemarakkan Bulan Bahasa. (Foto atas) Kepala SMA N I Sale, Sukandar menyerahkan penghargaan kepada duta literasi terbaik, hari Kamis (27/10).

Sale – SMA N I Sale menggiatkan budaya literasi (membaca dan menulis) di lingkungan sekolah.

Salah satunya dengan mengoptimalkan momentum Bulan Bahasa yang dikemas melalui sejumlah kegiatan, sehingga siswa bisa terlibat langsung.

Hari Kamis (27 Oktober 2022), pihak sekolah memilih 3 orang siswa yang dinobatkan menjadi duta literasi. Salwa Idza Faturrahmah terpilih sebagai duta literasi terbaik.

Salwa Idza, remaja dari Desa Tahunan Kecamatan Sale ini mengaku tertantang untuk membangkitkan semangat literasi, karena belakangan ini minat baca dan tulis bagi sebagian besar pelajar, terasa semakin meredup.

“Pengamatan saya, di kelas saya itu masih minim. Bisa jadi karena faktor HP ikut mempengaruhi, “ ungkap siswa kelas X ini.

Sebelum terpilih sebagai Duta Literasi, ia berinisiatif membuat sudut baca di ruangan kelas, memanfaatkan topik-topik kekinian yang digemari kalangan remaja saat ini, seperti anime dan k-pop ala Korea. Upayanya tersebut membuahkan hasil.

“Jadi banyak yang tertarik ikut membaca. Kuncinya mengikuti isyu topik kekinian, tapi materinya tetap seputar pendidikan. Kalau yang Jadul-Jadul itu ya ada peminatnya, tapi sedikit sekali, “ imbuh Salwa.

Sementara itu, Kepala SMA N I Sale, Sukandar menjelaskan meski sekolahnya berada di pelosok pedesaan, namun akan selalu memunculkan inovasi dan strategi baru, agar budaya literasi terangkat.

“Kita jauh dari kota, berada di dekat perbatasan antar provinsi. Tapi saya yakin anak-anak sini punya potensi, kalau dimotivasi dengan baik akan terarah dan terasah, “ tandasnya.

Sukandar menambahkan pada Bulan Bahasa tahun ini, pihaknya menggelar lomba story telling (menceritakan sebuah cerita-Red) dengan Bahasa Inggris, kemudian lomba membuat film pendek antar kelas dan pelatihan membuat video.

“Antusias para pelajar ternyata sangat tinggi. Tadi saat sesi tanya jawab dengan pemateri Musyafa Musa, tentang video dan membuat content youtube, yang nanya banyak sekali. Kalau ndak dibatasi, mungkin bisa sampai sore baru selesai. Youtube termasuk salah satu bentuk literasi, karena sebelum upload juga diajarkan untuk nulis dan membaca narasi, “ pungkas Sukandar. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *