Dinding Rumah Jebol, Wanita Usai Melahirkan Dievakuasi!! Aksi Dramatis Tim SAR Terjang Banjir
Tim SAR mengevakuasi seorang ibu yang baru saja melahirkan bersama bayi dan suaminya di Desa Meteseh Kecamatan Kaliori, Sabtu siang (15/10).
Tim SAR mengevakuasi seorang ibu yang baru saja melahirkan bersama bayi dan suaminya di Desa Meteseh Kecamatan Kaliori, Sabtu siang (15/10).

Kaliori – Dibalik banjir besar yang melanda Desa Meteseh Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang, terselip kisah dramatis evakuasi yang dilakukan Tim SAR gabungan terhadap seorang ibu seusai melahirkan.

Yah..ibu bernama Sholikatun Mahmudah, usia 22 tahun tersebut, belum genap 1 bulan pasca persalinan. Rumahnya terbilang agak jauh dari Sungai Randugunting yang meluap.

Bahkan banjir sampai setinggi dada orang dewasa, Sabtu pagi (15 Oktober 2022).

Namun dinding rumah yang terbuat dari bambu, tempat Sholikatun Mahmudah tinggal, sempat jebol. Air pun mengalir deras masuk merendam rumah.

Kondisi Sholikatun masih lemah. Saat banjir masih kecil, sebenarnya aparat Babinsa dan perangkat desa setempat sudah menawarkan untuk dievakuasi.

Namun mertuanya menolak, sehingga yang bersangkutan memilih tetap bertahan. Begitu pula ketika banjir semakin bertambah, masih belum ada niat mengungsi.

Hingga akhirnya banjir terus meninggi, hanya kurang 10 centi meter dari tempat tidur Sholikatun. Sang kakak Sholikatun, Asmui yang tinggal di luar desa berinisiatif datang ke Meteseh. Ia langsung menuju rumah adiknya, menerjang banjir.

“Waktu itu air masih sedada mas, saya pakai pelampung kok, untuk jaga-jaga, ” tuturnya.

Setelah tiba, Asmui membujuk adiknya agar mau dievakuasi. Barulah wanita tersebut bersedia, kemudian Tim SAR datang menjemput dengan menggunakan perahu karet.

Nur Rohmad “Somad”, petugas penolong dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rembang mengatakan proses evakuasi berjalan lancar.

Suami Sholikatun, membopong bayinya, sedangkan petugas SAR membopong Sholikatun menuju perahu karet. Pelan-pelan perahu karet menjauh dari genangan banjir.

“Lokasi rumahnya masuk ke dalam, kondisi ibu Sholikatun tidak memungkinkan untuk berjalan sendiri. Makanya tadi harus kita bopong, alhamdulillah ibu sama bayinya selamat, ” kata Somad.

Sholikatun bersama bayinya kemudian diungsikan ke rumah kerabatnya di Desa Babadan Kecamatan Kaliori.

Nur Rohmad menambahkan evakuasi korban banjir tersebut menjadi solusi terbaik, untuk mengantisipasi kemungkinan banjir susulan.

“Antisipasi kemungkinan terburuk, jadi lebih baik mengungsi, daripada nanti sewaktu-waktu ada banjir susulan, malah bingung, ” imbuhnya.

Dari hasil pantauan di lokasi bencana banjir Desa Meteseh, umumnya masyarakat memilih bertahan di rumah masing-masing. Faktor menjaga rumah, menjadi alasan utama mereka.

Pihak BPBD Rembang mencatat banjir di Kabupaten Rembang melanda 12 desa, tersebar di Kecamatan Sumber, Kaliori dan Kecamatan Lasem.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Rembang, Sri “Anjar” Jarwati mengungkapkan berdasarkan pendataan sementara, jumlah rumah warga yang terendam sebanyak 1.996 rumah.

“Paling banyak di Kecamatan Kaliori, ada 1.614 KK. Sisanya 382 KK di Kecamatan Sumber, ” terangnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Dan Keluarga Berencana Kabupaten Rembang, Teguh Gunawarman menyampaikan beberapa desa di Kecamatan Kaliori membuat dapur umum secara mandiri.

Pihaknya tinggal memasok kebutuhan bahan-bahan yang diperlukan dapur umum.

“Misalnya di Desa Mojorembun, ada dapur umum mandiri. Kita berikan bantuan bahan-bahannya, ” kata Teguh. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan