Pemain PSIR Masih Diliburkan, Masalah Ini Diwanti-Wanti Manajer Dan Pelatih
Para pemain PSIR Rembang. (Foto atas) Mes pemain PSIR Rembang, tampak sepi, Jum’at (14/10).
Para pemain PSIR Rembang. (Foto atas) Mes pemain PSIR Rembang, tampak sepi, Jum’at (14/10).

Rembang – Sampai hari Jum’at (14/10) para pemain PSIR Rembang masih diliburkan, sebagai buntut berhentinya kompetisi sepak bola nasional, pasca Tragedi Kanjuruhan Malang, Jawa Timur.

Pemain PSIR diliburkan dari aktivitas latihan sejak hari Jum’at, 07 Oktober 2022 lalu. Bahkan pemain luar Kabupaten Rembang, meminta izin untuk pulang kembali ke daerah masing-masing. Mulai dari Cilacap, Tulungagung, Kendal, Sukoharjo, Surabaya, Temanggung, Malang, hingga Banyuwangi Jawa Timur.

Manajer PSIR Rembang, Susila Agus Prayetno menjelaskan pihaknya mulai pekan depan berencana memanggil para pemain, untuk kembali mengikuti pemusatan latihan.

“Pemain yang dari luar kota memang kita izinkan pulang ke rumah dulu. Tapi kami tidak berlarut-larut memberikan libur lebih panjang lagi, karena nanti kalau kelamaan, dikhawatirkan berdampak pada kondisi pemain, “ tuturnya.

Rencana pemanggilan pemain, mendasarkan pada informasi sementara dari Badan Liga Jawa Tengah, bahwa kompetisi Liga 3 kemungkinan akan dilanjutkan lagi pada akhir bulan Oktober ini atau awal November 2022.

“Informasinya begitu, tapi untuk kepastian, tentu kita menunggu kabar secara resmi, “ terang Susila.

Susila berharap kompetisi Liga 3 tidak diundur lebih lama lagi, karena kebutuhan anggaran akan semakin membengkak.

“Tentu kita berharap lebih cepat lebih baik, “ tandasnya.

Ia juga berpesan kepada para pemain PSIR, meski libur namun tetap menjaga kondisi. Begitu pemusatan latihan dimulai lagi, mereka bisa segera menyesuaikan.

“Termasuk jangan ada yang ikut main pertandingan antar kampung (Tarkam), ini resiko cidera. Soalnya di luar pantauan kami, “ pungkas pria warga Desa Sluke Kecamatan Sluke ini.

Sementara itu, pelatih PSIR Rembang, Hadi Surento menyatakan sebagai pemain yang mengikuti kompetisi resmi, mestinya sudah bisa mengatur diri.

“Tanpa dilarangpun, harusnya pemain tahu, nggak boleh ikut main Tarkam. Jaga kondisi wajib, tapi Tarkam nggak boleh, karena mereka saat ini masih terikat dengan PSIR, “ terang Hadi. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan