Bisa Dimakan Dan Ramah Lingkungan, Yukk Kita Bedah Temuan Miscalenta Dari SMA N 3 Rembang
Banner ucapan selamat terpasang di depan sekolah SMA N 3 Rembang. (Foto atas) Guru pembimbing, Siti Farihah memberikan arahan kepada siswa pencetus Miscalenta.
Banner ucapan selamat terpasang di depan sekolah SMA N 3 Rembang. (Foto atas) Guru pembimbing, Siti Farihah memberikan arahan kepada siswa pencetus Miscalenta.

Rembang – Ketela pohon (singkong) menggantikan plastik. Nah..inovasi unik ini merupakan karya siswa SMA N 3 Rembang, yang menghasilkan sebuah produk dinamakan Miscalenta, mengambil penggalan nama latin ketela pohon, Manihot Esculenta.

Tiga pelajar pencetus Miscalenta adalah Eka Wijayanti, Devan Agustio dan Nur Komariah Sa’adah yang tergabung dalam 1 tim. Berawal rasa keprihatinan terhadap banyaknya sampah plastik cup minuman, mereka terbersit ide untuk mengurangi jumlah sampah plastik.

Dipilihlah bahan baku utama ketela pohon atau singkong. Setelah singkong diolah, kemudian dicetak berbentuk gelas dan dipanggang selama 1 jam, akhirnya mampu menggantikan fungsi cup plastik minuman.

Sejumlah pedagang sempat mencoba produk Miscalenta, buatan siswa SMA N 3 Rembang ini.

Lalu apa keunggulan Miscalenta ? Eka Wijayanti menuturkan tak hanya sekedar menjadi wadah minuman, tetapi juga bisa langsung dimakan. Rasanya seperti gethuk. Namun memang terbatas masanya, sampai 1 Minggu.

“Kita kasih pewarna makanan, supaya tampilannya lebih menarik, “ tuturnya.

Siswi yang berasal dari Dusun Pendem Desa Gunungsari Kecamatan Kaliori ini menambahkan kalaupun Miscalenta dibuang, akan lebih cepat terurai di tanah. Setidaknya hanya butuh waktu 28 hari, sudah terurai dengan sempurna, sehingga ramah lingkungan.

Tidak seperti cup plastik yang membutuhkan waktu terurai di tanah sangat lama, puluhan bahkan sampai ratusan tahun.

Miscalenta beberapa kali diikutkan kejuaraan karya ilmiah. Terbaru menyabet juara II tingkat nasional, dalam event yang digelar oleh Universitas Diponegoro (Undip) Semarang. Eka Wijayanti berharap kedepan Miscalenta dapat dipasarkan secara luas.

“Tentu saja ada peluang bisnis di balik Miscalenta ini, “ tandas Eka diamini dua rekannya.

Siti Farihah, selaku guru pembimbing di SMA N 3 Rembang mendorong siswa lebih berkreasi, dengan terus memperbaiki temuan Miscalenta.

Contohnya, produk dibuat lebih tipis dan beragam ukuran, supaya bisa dipakai pula untuk tempat es krim dan bakso. Selain itu, tampilannya dikemas lebih menarik.

“Soalnya yang ini masih agak tebal, gimana caranya bisa lebih tipis lagi. Kemudian ukurannya variasi, kecil, sedang dan agak besar. Tampilannya juga, gimana konsumen melihat, langsung tertarik, “ kata Farihah.

Sementara itu, Kepala SMA N 3 Rembang, Hedi Wibowo menyatakan pihaknya berencana untuk mematenkan produk Miscalenta.

“Nantinya kita patenkan, mendapatkan hak atas kekayaan intelektual dari produk ini. Wadah berbahan singkong, bisa untuk minuman dingin maupun panas, “ tuturnya.

Hedi menambahkan tujuan paling pokok, demi mendukung kelestarian lingkungan, agar pelan-pelan dapat mengurangi ketergantungan dari bahan plastik. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *