Cerita Allicia Mengusir Rasa Grogi, Pembawa Baki Bendera Merah Putih!! Siswa Mana ??
Pelatih memberikan sanksi kepada petugas Paskibra, saat masih latihan, baru-baru ini. (Foto atas) Alisa Eka Zahrani, pelajar yang akan membawa baki bendera merah putih dalam upacara HUT Kemerdekaan RI tingkat Kabupaten Rembang.
Pelatih memberikan sanksi kepada petugas Paskibra, saat masih latihan, baru-baru ini. (Foto atas) Allicia Eka Zahrani, pelajar yang akan membawa baki bendera merah putih dalam upacara HUT Kemerdekaan RI tingkat Kabupaten Rembang.

Rembang – Puncak peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-77 di Kabupaten Rembang, akan berlangsung upacara di kawasan Alun-Alun Rembang. Nah..pasukan pengibar bendera (Paskibra), tentunya akan menjadi fokus perhatian peserta upacara maupun masyarakat.

Grogi dan deg deg an kerap kali dirasakan oleh anggota Paskibra. Termasuk salah satunya menyelimuti Allicia Eka Zahrani (usia 16 tahun), siswi SMA N I Lasem, yang bertugas membawa baki berisi bendera merah putih.

Allicia, remaja asli Desa Pandangan Wetan Kecamatan Kragan tersebut mengaku bisa lolos menjadi pembawa baki bendera merah putih, setelah melalui seleksi lari keliling Alun-Alun Rembang selama 12 menit dan penilaian baris berbaris.

“Waktu itu ya nggak nyangka akhirnya terpilih menjadi petugas pembawa baki bendera merah putih, seneng, bangga tentunya, “ kata Alisa, sapaan akrab wanita yang duduk di bangku kelas XI MIPA 1 ini.

Selama latihan, tantangan terberat yang ia rasakan adalah menjaga fisik dan menyamakan tempo baris berbaris dengan rekan-rekannya.

“Antara seneng dan capek, “ ungkapnya tersenyum.

Ia belakangan ini sering berdo’a untuk mengusir rasa grogi, sekaligus meningkatkan rasa percaya diri, bahwa upacara Kemerdekaan RI, hari Rabu (17 Agustus 2022) akan berjalan dengan baik.

“Grogi pasti ya, tapi saya tetap fokus, percaya diri aja, semua akan bisa berlalu dengan baik, “ pungkas Alisa mantap.

Allicia nantinya akan ditemani 3 orang pria pengibar bendera, masing-masing Adya Hermawan, Kholid dan Hendra Satya Rafli, semua dari SMA N I Rembang.

Sementara itu pelatih Paskibra Kabupaten Rembang, Aipda Muhammad Shofi’i menjelaskan jumlah anggota Paskibra sebanyak 76 personil, tersebar dalam pasukan 17, pasukan 8 dan pasukan 45.

Latihan berlangsung selama 2 Minggu, tepatnya sejak tanggal 28 Juli 2022 lalu. Ia mengakui pada awal latihan, sering personil tumbang, karena kendala fisik. Namun setelah 1 Minggu berjalan, anggota Paskibra mulai bisa menyesuaikan.

“Waktu awal-awal latihan itu, sehari bisa 3 sampai 4 anak yang tumbang atau bahkan sakit. Tapi setelah terbiasa, fisik sudah terbentuk, alhamdulilah ke sininya berjalan lancar, “ terangnya.

Soal sanksi, bagi anggota Paskibra yang gerakannya salah, mulai dari push up hingga sit up.

“Satu salah, ya semua kena sanksi, karena ini saling terkait, “ kata anggota Polres Rembang ini.

Aipda Shofi’i menambahkan latihan Paskibra sudah dihentikan pada hari Senin 15 Agustus 2022, kemudian seluruh anggota Paskibra dikarantina di salah satu hotel dekat Alun-Alun Rembang, mulai hari Selasa 16 Agustus 2022.

“Do’akan semuanya bisa berjalan lancar. Latihan 95 %, yang sisa 5 % kita matangkan saat gladi dan semoga temen-temen siap menyelesaikan tugas mulia ini, pengibaran dan penurunan bendera merah putih, “ tandasnya. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *