Simak Kisah Merinding Dari Keduanya : Mobil Dikepung Massa, Hingga Dapat Kantor Sarang Demit
Agus Sutomo (baju merah) dan Zuber Utsman, mantan Ketua Panwaslu Kabupaten Rembang periode pertama dan kedua, hadir dalam peluncuran buku Bawaslu Rembang, Kamis (11/08).
Agus Sutomo (baju merah) dan Zuber Utsman, mantan Ketua Panwaslu Kabupaten Rembang periode pertama dan kedua, hadir dalam peluncuran buku Bawaslu Rembang, Kamis (11/08).

Rembang – Banyak peristiwa menarik yang layak dikupas, selama berlangsungnya Pemilu di Kabupaten Rembang. Tidak hanya Pemilu Legislatif, tetapi juga pemilihan langsung Bupati dan Wakil Bupati.

Saat bedah buku Pengawas Pemilu Dari Masa Ke Masa di Gedung Home Theater Komplek Museum Kartini Rembang, hari Kamis (11 Agustus 2022), sejumlah mantan Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) hadir, sekaligus mengisahkan pengalaman mereka.

Agus Sutomo, tokoh wartawan yang kebetulan menjadi Ketua Panwaslu Kabupaten Rembang pertama tahun 2004 lalu, mengaku saat melakukan pengawasan, mobilnya pernah dikepung massa di wilayah Rembang bagian timur.

Diduga pendukung salah satu partai politik masih terbawa suasana reformasi. Begitu melihat kedatangan mobil berplat merah yang di dalamnya berisi anggota Panwaslu, tiba-tiba massa merangsek. Beruntung, ia ditemani AKP Agus Sutata yang kala itu menjadi anggota Panwaslu perwakilan dari unsur kepolisian. Aksi massa tidak sampai mengarah pada tindakan anarkhis.

“Untung di belakang saya, ada AKP Agus Sutata, polisi yang ikut satu mobil. Kebetulan dia Kasat Intel, dia bawa senjata api, jadi saya ayem. Kalau nggak ada, wah ngeper saya. Bisa-bisa mobil dibakar sak wong-wonge, “ ungkapnya.

Menurutnya, dulu potensi benturan terjadi antar partai politik. Namun Pemilu sekarang, kerawanan justru sering muncul di internal partai sendiri, karena sesama Caleg harus mengejar suara terbanyak.

“Kalau dulu menghadapi benturan antar partai, kini internal partai, sama-sama di daerah pemilihan, benturan dengan sesama teman, untuk mengejar suara terbanyak, “ kata Agus, warga Dusun Bagel Desa Mondoteko Rembang ini.

Cerita lucu juga dibeberkan mantan Ketua Panwaslu kedua Kabupaten Rembang, Zuber Utsman yang bertugas saat pemilihan Bupati dan Wakil Bupati tahun 2005 silam.

Ia menilai kala itu Pemkab terkesan kurang memperhatikan sarana pra sarana Panwaslu. Bahkan untuk sekretariat saja, harus pindah-pindah. Kalaupun akhirnya difasilitasi, menurutnya dipilihkan bangunan kantor sarang demit.

“Kaku ati saya. Nggak cuma malam, siang-siang itu sudah biasa kita lihat, pintu mbuka nutup sendiri. Itu tempatnya dekat DPU, dulu nggak ada yang berani menempati, kemudian dijadikan sekretariat Panwaslu, “ ujar Zuber.

Zuber yang kini menjabat Kepala Desa Dadapan Kecamatan Sedan ini menimpali pengaruh preman pendukung calon Bupati dan Wakil Bupati juga kerap datang mengintimidasi.

“Tokoh-tokoh itu sekarang sudah almarhum. Tapi saya masih ingat terus peristiwa mereka datang ke sekretariat. Itu menjadi catatan demokrasi di Kabupaten Rembang, “ pungkasnya. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *