Kisah Dani Dan Keiza, Semoga Akan Semakin Banyak Remaja Seperti Mereka Berdua
Tangkapan layar video kelompok seni gamelan SMP N II Sulang. (Foto atas) Dani Febrian dan Keiza Funny, dua remaja yang “gandrung” dengan seni gamelan.
Tangkapan layar video kelompok seni gamelan SMP N II Sulang. (Foto atas) Dani Febrian dan Keiza Funny, dua remaja yang “gandrung” dengan seni gamelan.

Sulang – Ditengah pesatnya pengaruh perkembangan teknologi, potret dua remaja pelajar SMP ini tergolong langka.

Betapa tidak, keduanya sangat menyukai musik gamelan dan menjadi langganan mewakili sekolahnya, dalam berbagai event lomba tingkat kabupaten maupun provinsi.

Yah..namanya Dani Febrian (14 tahun) dan Keiza Funny (13 tahun), pelajar SMP N II Sulang. Dani tinggal di Desa Sudo Kecamatan Sulang, sedangkan Keiza bermukim di Desa Seren Kecamatan Sulang.

Bersama tiga orang rekannya, Fatma Cahyaningrum, Ahmad Irfan Pratama dan Praditya Ridwan mampu menunjukkan permainan gamelan atraktif, dengan disertai lirik cerita.

Video penampilan mereka ketika Festival Dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat kabupaten Rembang, sempat menyedot perhatian. Semua tak lepas dari bimbingan pihak sekolah, SMP N II Sulang yang serius mengembangkan tradisi seni budaya Jawa.

Dani Febrian mengaku jika dilihat sekilas, bermain gamelan tampak sulit. Namun jika mau sungguh-sungguh, sebenarnya mudah.

“Berawal dari kumpul-kumpul nyoba main gamelan, akhirnya keterusan sampai sekarang, “ ungkapnya, Senin (08/08).

Khusus FLS2N, dirinya mendapatkan bagian memegang bonang. Berlatih selama 3 Minggu, kemudian puncaknya divideokan dengan durasi sekira 10 menit.

“Alhamdulilah untuk tingkat kabupaten, kita SMP N II Sulang dapat juara II, sedangkan juara I, infonya direbut SMP N I Rembang, “ beber Dani.

Dani sendiri mewarisi darah seni dari kakeknya yang dulu menjadi pemain kethoprak.

“Saya kalau lulus SMP juga ingin melanjutkan ke SMA yang terkenal dengan pelajaran seni budayanya. Muda-mudahan bisa meneruskan ke Surakarta, “ imbuhnya tersenyum.

Hal senada diungkapkan Keiza Funny. Remaja warga Desa Seren Kecamatan Sulang ini mengaku sempat grogi, ketika mengikuti lomba seni gamelan.

“Takut meleset dan nggak hafal lirik, tapi syukur bisa berjalan lancar. Kalau grogi, pasti ya, “ tuturnya.

Keiza mengisahkan begitu mencintai seni budaya Jawa, berkat gemblengan neneknya yang dulu pernah menjadi sinden kethoprak.

“Mbah saya pula yang menyarankan ikut esktra seni di SMP. Begitu merasakan nabuh gamelan, kebetulan saya pegang saron dan peking, seneng bisa ikut melestarikan budaya Jawa, “ imbuh Keiza.

Sebagai juara 1 dan 2 seni gamelan tingkat Kabupaten Rembang, berhak maju ke tingkat provinsi Jawa Tengah. Dani dan Keiza berharap nantinya akan mendapatkan hasil terbaik.

“Tinggal menunggu pengumuman saja. Tapi yang terpenting, kami ingin semakin banyak anak-anak muda mencintai seni budaya Jawa, “ pungkas mereka berdua. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *