DPRD Turut Prihatin, Dishub Matangkan Diskusi Mencegah Aksi Pembobolan
Polisi mengecek box KWH meter yang dibobol pencuri di Desa Kemadu Kecamatan Sulang. (Foto atas) komponen di dalam box KWH meter yang sering digasak pelaku pencuri.
Polisi mengecek box KWH meter yang dibobol pencuri di Desa Kemadu Kecamatan Sulang. (Foto atas) komponen di dalam box KWH meter yang sering digasak pelaku pencuri.

Rembang – Sejumlah anggota DPRD Rembang menyatakan prihatin, atas maraknya pencurian komponen di dalam box KWH meter lampu penerangan jalan umum (LPJU).

Sebelumnya, pinggir jalur Pantura Sluke termasuk menjadi salah satu sasaran pencurian box KWH meter, sehingga cukup banyak LPJU padam.

Anggota DPRD Rembang dari Desa Sendangmulyo Kecamatan Sluke, Gunasih menuturkan di saat Pemkab Rembang berupaya menambah lampu penerangan jalan umum untuk menerangi ruas jalan yang gelap, ternyata justru muncul gangguan dari pelaku pencuri.

“Jalan gelap kan banyak disoroti masyarakat. Saat Pemkab berusaha pasang lampu biar nggak gelap, malah dicuri. Jadi saya pribadi sangat prihatin sekali, sangat disayangkan. Apalagi pemasangan lampu menelan biaya lumayan besar, “ ujarnya.

Politisi Partai Demokrat ini berpendapat ada dua cara yang bisa ditempuh Pemkab, untuk mengurangi kerawanan pencurian komponen box KWH meter.

Yang pertama, meningkatkan peran serta aktif masyarakat, untuk ikut melakukan pengawasan secara langsung.

“Harapan saya, masyarakat bisa turut mengawasi. Meski itu aset Pemda, namun manfaatnya untuk kepentingan umum, “ tandas Gunasih.

Kedua, Gunasih menyarankan Pemkab Rembang menambah sarana pengaman pada box KWH meter, agar pelaku pencuri lebih sulit membobol.

“Intinya bagaimana caranya, supaya pelaku kejahatan sulit mencuri elemen di dalam box KWH Meter. Apakah diperkuat atau ditaruh mana yang lebih safety. Penganggaran ditambah nggak apa-apa, asal nggak mudah dicuri, “ terangnya.

Sementara itu, anggota DPRD asal Lasem, Puji Santoso mendesak aparat kepolisian mengusut tuntas kasus tersebut.

“Saya berharap aparat bisa menemukan pelaku, karena dampaknya sangat meresahkan masyarakat. Coba dihitung, 1 box KWH meter biasanya untuk beberapa lampu. Misal 20 box dicuri, mungkin 100 lampu yang akhirnya padam, “ ungkap politisi Partai Gerindra ini.

Puji menimpali ketika komponen-komponen di dalam box KWH meter dicuri, pasti juga akan mengganggu pencatatan pemakaian listrik LPJU.

“Kalau tidak salah, setiap tahun Pemkab Rembang menganggarkan sampai Rp 10 Miliar, untuk membayar biaya rekening listrik lampu penerangan jalan umum, “ beber Puji.

Puji mendorong apabila lampu yang padam akibat terkena dampak pencurian komponen box KWH meter, dapat diperbaiki kembali oleh Pemkab Rembang.

“Apalagi ruas-ruas jalan yang jadi sasaran, termasuk jalur ramai. Misal Rembang – Blora, kemudian jalur Pantura. Kalau gelap berlarut-larut, kan kasihan masyarakat. Jadi harus segera dianggarkan penanganannya, “ tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Rembang, Arif Ramadhan menyatakan pihaknya sedang membicarakan berbagai alternatif cara, untuk menekan aksi pembobolan box KWH meter LPJU.

“Apakah dari sisi kekuatan atau posisi box KWH meter dinaikkan atau ada formula lain yang lebih tepat. Kita sedang diskusikan, “ kata Arif. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *