“Banyak Yang Pengin Tahu Di Mana Persisnya, Cuma Saya Tutup…”
Proyek pembangunan jalan tol Semarang – Demak.
Proyek pembangunan jalan tol Semarang – Demak.

Rembang – Bupati Rembang, Abdul Hafidz menutup rapat, ketika banyak pihak mendesak ingin mengetahui jalur mana saja di wilayahnya, yang akan terkena proyek jalan tol Semarang – Demak – Tuban.

Bupati Rembang, Abdul Hafidz menuturkan hal itu untuk mengantisipasi kemungkinan spekulan tanah, sehingga dapat mengganggu kelancaran proyek tersebut.

“Banyak pihak yang pengin tahu di mana persisnya, cuma saya tutup. Ndak boleh lah, masih rahasia. Toh akhirnya nanti semua masyarakat juga akan tahu, “ ungkap Bupati.

Maka ia meminta masyarakat untuk bersabar, sambil menunggu perkembangan selanjutnya.

“Saya minta tunggu dulu, tunggu. Jangan bermain api, kalau kebakar kan nggak enak itu, “ imbuhnya tersenyum.

Abdul Hafidz menambahkan rapat koordinasi terkait jalan tol sudah beberapa kali digelar. Termasuk sosialisasi yang melibatkan kecamatan dan desa-desa.

Soal kapan pembebasan lahan, tergantung pihak pemerintah pusat. Namun perkiraan waktunya pada tahun 2023, kemudian dilanjutkan pembangunan fisiknya tahun 2024 mendatang.

“Misal untuk selatan Rembang itu, antara Landoh – Mbesi, persisnya nggak perlu saya sampaikan, ya di antara itu. Pembebasan lahan, tergantung yang punya duwit. Apakah pakai pihak ketiga atau langsung, saya ndak tahu, “ terang Bupati.

Jika mengacu dengan pembangunan jalan tol yang sudah berjalan di titik Semarang – Demak saat ini, harga tanah bervariasi. Ada yang Rp 140 Ribu per Meter, Rp 160 Ribu, Rp 200 Ribu, Rp 250 Ribu, bahkan hingga Rp 800 Ribu per Meter persegi.

Mengutip dari sejumlah sumber, harga tanah tergantung kondisi bentuk tanah, ada tidaknya bangunan, lingkungan, termasuk hitung-hitungan kerugian non fisik yang ditimbulkan. Harga tanah ditentukan oleh tim penilai independen appraisal. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *