“Mati Urip Tetep Ning Kene…” Tawaran Relokasi Dusun Ini Langsung Ditolak
Dusun Ngotoko Desa Pasedan Kecamatan Bulu.
Dusun Ngotoko Desa Pasedan Kecamatan Bulu.

Bulu – Bupati Rembang, Abdul Hafidz mengungkapkan keberadaan Dusun Ngotoko di Desa Pasedan kecamatan Bulu, yang menjadi dusun paling terpencil di Kabupaten Rembang.

Ia sempat pernah menyarankan bagaimana kalau dusun yang berpenghuni 66 KK tersebut dipindahkan (relokasi) saja, mendekati ibu kota desa, yakni Desa Pasedan, supaya memudahkan pelayanan masyarakat.

Namun ternyata warga menolak. Padahal kalau mau direlokasi, paling hanya membutuhkan anggaran sekira Rp 10 Miliar.

Tapi karena warga ingin tetap bertahan di tengah hutan perbatasan Kabupaten Rembang dengan Kabupaten Blora itu, Bupati memastikan tetap akan memperhatikan mereka. Jangan sampai terjadi diskriminasi antar wilayah, karena sama-sama penduduk Kabupaten Rembang.

“Hanya 60 an KK, minta jalan mulus, minta fasilitas kesehatan, padahal kalau kita dekatkan dengan ibu kota desa, biayanya akan sangat murah. Tapi yang terjadi masyarakat bilang, boten pak Bupati, mati urip tetep ning kene. Karena itu juga masyarakat kita, ya harus kita fasilitasi, “ ujarnya, saat rapat koordinasi siaga bencana di lantai IV Kantor Bupati, hari Selasa (19/07).

Dihubungi terpisah, Kepala Desa Pasedan Kecamatan Bulu, Kusman menjelaskan dulu memang pernah muncul gagasan pemindahan Dusun Ngotoko, agar tidak terlalu terpencil.

Namun setelah tahun 2013 dusun itu dilengkapi listrik PLN dan akses jalan ditata melalui program TMMD (Tentara Manunggal Membangun Desa) pada tahun 2018, membuat warga semakin betah tinggal di sana.

“Saya jadi Kades kan tahun 2013, dulu niat relokasi pernah ada memang. Tapi setelah listrik PLN masuk dan jalan sudah mulai diperbaiki, masyarakat nggak ada angan-angan pindah lagi, “ tuturnya.

Kusman menimpali warga Dusun Ngotoko selama ini menggantungkan hidup dari sektor pertanian dan perkebunan. Kebanyakan menggarap lahan milik Perhutani. Belakangan yang hasilnya bagus adalah komoditas tanaman jagung.

“Jagung hasilnya lumayan. Kalau durian, Januari – Februari sudah habis. Tembakau juga gagal. Petani sana kebanyakan menggarap lahan milik Perhutani. Paling memberikan kontribusi ketika panen, jadi masyarakat seneng. Tampaknya kalau pindah, kok nggak mungkin sekarang, “ imbuh Kusman.

Soal akses jalan, belakangan ini sebagian titik mulai rusak agak parah. Masyarakat setempat sudah berupaya kerja bhakti, melakukan perbaikan. Dari anggaran desa, kemungkinan tahun 2023 mendatang akan ikut dikucurkan untuk jalan Dusun Ngotoko.

“Panjangnya jalan, jadi kita tangani secara bertahap mas, “ pungkasnya. (Musyafa Musa).

News Reporter

2 thoughts on ““Mati Urip Tetep Ning Kene…” Tawaran Relokasi Dusun Ini Langsung Ditolak

  1. Menurut saya, setelah mengamati cerita Dusun Ngotoko Desa Pasedan Kecamatan Bulu, mereka termasuk orang-orang yg mandiri karena mau berusaha memperbaiki jalan, berkebun, saling bergotong royong. Namun mereka juga harus memperhatikan bagaimana keputusan pemerintah, karena jauhnya desa mereka, yang mereka tidak sadari, mereka meminta jalan bagus, bantuan, listrik dll.

  2. Menurut saya, masyarakat nya mandiri dengan kerja bakti memperbaiki jalan, memanfaatkan hasil hutan,tetapi masyarakat juga harus menghargai keputusan pemerintah itu juga buat kepentingan warga masyarakat sendiri supaya memudahkan pelayanan masyarakat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *