Membludak, Polisi Berpakaian Preman Dikerahkan
Polisi berseragam berada di Pasar Rembang. (Foto atas) Area parkir Pasar Rembang penuh, bahkan sampai meluber ke pinggir jalan, Selasa (26/04).
Polisi berseragam berada di Pasar Rembang. (Foto atas) Area parkir Pasar Rembang penuh, bahkan sepeda motor sampai meluber ke pinggir jalan, Selasa (26/04).

Rembang – Polres Rembang mengerahkan tim khusus ke pusat-pusat keramaian seperti pasar, untuk mengantisipasi beragam tindak kejahatan menjelang Lebaran.

Kabag Operasional Polres Rembang, Kompol Moch. Mansyur menjelaskan anggota intel dan Reskrim berpakaian preman disebar ke titik-titik rawan jambret, pencurian dengan pemberatan (Curat) maupun pencurian dengan kekerasan (Curas).

Ia mencontohkan kawasan Pasar Rembang saat ini terjadi lonjakan pengunjung, sehingga menjadi prioritas pantauan.

“Sudah ada penekanan dari Direskrimum Polda Jawa Tengah, selama Operasi jelang Lebaran ini jangan sampai ada kejahatan Curat, Curas. Kalaupun ada kejadian, pelaku bisa tertangkap. Jadi Satuan Reserse benar-benar ditekankan, untuk mengantisipasi, “ tuturnya, Selasa (26/04).

Disamping itu, Satuan Sabhara juga diterjunkan untuk patroli rutin di sekitar pasar, kemudian Satuan Binmas menyerukan himbauan kepada masyarakat melalui pengeras suara dan Satuan Lalu Lintas guna pengaturan arus kendaraan yang rawan macet di sekitar Bundaran Tugu Pasar.

“Kita akan dirikan tenda di depan pasar, supaya lebih efektif, “ imbuh Mansyur.

Disinggung tentang kemacetan jalur mudik, menurut Mansyur sejauh pemetaan dari pihak kepolisian, kemungkinan hanya ada di sekitar tugu bundaran depan Pasar Rembang yang merupakan jalur penghubung Rembang – Blora. Nantinya akan ditangani melalui rekayasa lalu lintas.

Sedangkan untuk jalur Pantura, diperkirakan arus mudik yang masuk Kabupaten Rembang tidak terlalu padat, karena sudah terpecah ke sejumlah arah.

“Dari arah Jakarta, sudah pecah di Brebes, Semarang, Kudus, kemudian menuju jalur selatan. Yang dari arah Surabaya, sudah pecah di Gresik, Tuban dan sekitarnya. Jadi yang masuk Rembang, tinggal sisa-sisa sedikit, insyallah Pantura lancar, “ terangnya.

Ia memastikan pada musim mudik Lebaran tahun ini, tidak ada penyekatan kendaraan, seperti tahun lalu.

“Nggak ada penyekatan, tapi justru kita fokus pada kelancaran, “ pungkas Kabag Operasional.

Pengamanan arus mudik Lebaran di Kabupaten Rembang melibatkan 245 personil polisi, dibantu 30 orang anggota Brimob. Selain itu, ada bantuan dari sejumlah instansi, sebanyak 206 personil. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan