Kenapa Kasus Covid-19 Di Kab. Rembang Kembali Melesat, Dinas Kesehatan Beberkan Penjelasan
Kasi Promosi Kesehatan Dan Pemberdayaan Kesehatan Dinkes Kabupaten Rembang, Sarwoko Mugiyono.
Kasi Promosi Kesehatan Dan Pemberdayaan Kesehatan Dinkes Kabupaten Rembang, Sarwoko Mugiyono.

Rembang – Angka penderita Covid-19 di Kabupaten Rembang kembali melesat, setelah sempat tidak ada kasus harian selama bulan Desember 2021 hingga mendekati akhir bulan Januari 2022.

Kepala Seksi Promosi Kesehatan Dan Pemberdayaan Kesehatan Dinkes Kabupaten Rembang, Sarwoko Mugiyono saat talk show di Radio R2B, Kamis (10 Februari 2022) mengatakan setelah sekian lama zero (0) kasus harian, muncul 1 kasus di Kecamatan Sumber tanggal 26 Januari, kemudian disusul 1 kasus di Kecamatan Rembang Kota tanggal 29 Januari.

Memasuki bulan Februari, jumlah kasus Covid-19 semakin melambung tinggi. Antara tanggal 01 – 09 Februari, totalnya mencapai 96 kasus.

“Bulan Februari yang paling mencolok tanggal 4 sebanyak 30 kasus, tanggal 9 ada 35 kasus. Selama Februari per tanggal 09, sudah 96 kasus positif Covid-19. Ditambah dengan Januari, jadi 98, merata di hampir semua kecamatan. Yang 0 kasus hanya di wilayah Puskesmas Sarang I dan Sedan, “ bebernya.

Menurut Sarwoko, kenaikan ini terbilang mengejutkan, karena sangat banyak. Maka masyarakat harus lebih waspada.

“Kita memang harus bener-bener waspada, karena menurut para ahli perkiraan tahun 2022 terjadi gelombang baru Covid-19. Puncaknya bulan Maret – April, maka kita harus siap-siap. Tahu-tahu di Rembang, begitu banyak kasusnya, “ kata Sarwoko.

Sarwoko menambahkan kemunculan kasus pertama positif setelah lama tidak ada, diketahui saat seorang pasien berobat ke rumah sakit. Sedangkan kasus kedua, yang bersangkutan datang dari luar Pulau Jawa. Manakala bandara maupun pelabuhan dibuka seperti sekarang, kemungkinan penyebaran tetap akan rawan terjadi.

“Yang pertama semula sakit gejala jantung, ditemukan di rumah sakit. Kasus kedua datang dari luar Jawa. Sudah terbukti di depan kita, kasusnya mengalami peningkatan luar biasa. Nggak ada yang namanya permainan data, “ terangnya.

Dari total 98 kasus Covid-19, rinciannya simptomatik atau bergejala sebanyak 14 dan asimptomatik 84 kasus. Dari jenis kelamin, meliputi 72 perempuan dan 26 pria. Satu diantaranya meninggal dunia.

Dinas Kesehatan mengevaluasi penyebab lonjakan dipicu oleh lamanya zero kasus, membuat masyarakat lengah dan mulai abai dengan protokol kesehatan. Kemudian dibukanya bandara, pelabuhan, tempat wisata dan pembelajaran tatap muka, juga ikut berpengaruh. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan