PTM 100 % Kapan Digelar, Pihak Dinas Pendidikan Beberkan Data Dan Fakta
Vaksinasi anak usia 6 – 11 tahun di Kabupaten Rembang.
Vaksinasi anak usia 6 – 11 tahun di Kabupaten Rembang. Tampak seorang siswa tersenyum, usai disuntik.

Rembang – Pembelajaran tatap muka (PTM) di Kabupaten Rembang belum bisa diterapkan 100 % untuk seluruh siswa dalam waktu bersamaan.

Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda Dan Olahraga Kabupaten Rembang, Achmad Solchan menjelaskan berdasarkan surat keputusan bersama (SKB) 4 Menteri, pembelajaran tatap muka 100 % boleh digelar, asalkan capaian vaksinasi untuk lanjut usia minimal 40 % dan status pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) sudah level I.

Karena Kabupaten Rembang masih PPKM level 2, sehingga pembelajaran tatap muka 100 % harus menunggu perkembangan lebih lanjut, kalau status PPKM daerah sudah level I.

“Semoga tidak lama lagi kita berada di PPKM level I dan bisa menggelar PTM 100 %, “ ujar Solchan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, Ali Syofii menyatakan sebelum PTM 100 %, pihaknya saat ini terus mengebut vaksinasi bagi anak usia 6 – 11 tahun atau setara dengan siswa SD/MI.

Versi data Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil setempat, anak usia 6 – 11 tahun di Kabupaten Rembang sebanyak 58.343. Tapi jika disandingkan dengan data Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama, ada perbedaan, karena jumlahnya lebih sedikit, yakni 55.323 anak.

Pihaknya menduga selisih terjadi karena anak berada di Sekolah Luar Biasa (SLB), masih berada di PAUD atau telat masuk SD/MI, kemudian faktor-faktor lain.

“Data memang ada selisih, “ beber Ali.

Ali menambahkan hingga saat ini vaksinasi usia 6 – 11 tahun telah menjangkau 28 – 29 ribuan anak atau sekira 58 %. Ditargetkan akhir bulan Januari selesai untuk dosis pertama dan akhir bulan Februari tuntas untuk dosis kedua.

“Kita bergerak terus menuju 100 %, “ tandasnya.

Seorang pelajar SD N II Gunungsari Kecamatan Kaliori, Muhammad Misbach mengaku lega sudah bisa vaksin Covid-19 dosis pertama. Menurutnya, suntikan tidak sakit. Kelak kalau ada vaksinasi dosis kedua, ia siap mengikuti.

“Awalnya merasa deg-deg an, tapi setelah disuntik, ya ndak masalah, “ tuturnya. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *