Tera Ulang Timbangan, Belum Menjangkau Pasar Desa Dan Pelaku UKM
Kegiatan tera ulang timbangan dipusatkan di belakang kantor PT RBSJ Rembang, Selasa (18/01).
Kegiatan tera ulang timbangan dipusatkan di belakang kantor PT RBSJ Rembang, Selasa (18/01).

Rembang – Hingga saat ini baru 13.457 unit alat ukur yang terdata secara resmi di Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Dan UKM Kabupaten Rembang. Angka itu belum termasuk alat ukur yang digunakan para pedagang di pasar desa dan pelaku usaha kecil menengah (UKM).

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Dan UKM Kabupaten Rembang, M. Mahfudz saat menghadiri kegiatan tera ulang yang terpusat di belakang Kantor PT RBSJ Desa Tireman, Rembang hari Selasa (18/01) mengakui kedepan perlu terus ditingkatkan, agar semua alat ukur dapat ditera ulang, guna mewujudkan daerah tertib ukur.

“Macam-macam bentuknya, ada alat ukur timbang, timbang elektronik, timbang pegas, dacin dan seterusnya. Termasuk di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Yang terdata baru 13.457. Belum yang ada di pasar desa, belum yang di UKM, “ ujarnya.

Mahfudz menambahkan kegiatan tera dan tera ulang alat ukur secara rutin, untuk memastikan ukuran maupun takaran yang tepat, sehingga benar-benar memberikan perlindungan kepada masyarakat konsumen.

“Memastikan semua transaksi yang mendasarkan alat ukur terjamin kepastian barang. Setelah ditera atau tera ulang, diberi labelisasi di semua alat ukur, “ terang Mahfudz.

Sementara itu, seorang pedagang Pasar Rembang, Bambang menyarankan supaya instansi terkait menyiagakan petugas tera, khususnya di pasar-pasar besar, untuk memudahkan pedagang yang akan menormalkan timbangannya.

“Mungkin setahun dua kali atau gimana lah, “ kata Bambang.

Kalau hal itu tidak memungkinkan, pengelola pasar bisa mengkoordinir mengumpulkan timbangan pedagang yang akan ditera.

“Kadang jadwal tera ulang timbangan, saya nggak tahu. Syukur petugas bisa keliling, biar langsung melayani. Jika memungkinkan lho. Soalnya pedagang angkat timbangan ukuran besar, kadang agak malas juga, harus nyari kendaraan bak terbuka dulu, “ tuturnya. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *