Berasal Dari Perancis, Anak-Anak Muda Rembang Merintis
Latihan cabang olahraga Petanque di depan Stadion Krida Rembang.
Latihan cabang olahraga Petanque di depan Stadion Krida Rembang.

Rembang – Kalangan anak muda di Kabupaten Rembang mulai merintis olahraga petanque, sebuah olahraga yang berasal dari negara Perancis.

Petanque adalah olahraga permainan ketangkasan melempar bola yang terbuat dari besi metal, mendekati bola target yang terbuat dari kayu. Olahraga ini bisa dimainkan single maupun double.

Cindy Aditya Putri, seorang remaja asal Desa Gedangan, Rembang mengaku termasuk baru belajar petanque. Menurutnya, ada tantangan tersendiri agar lemparan mampu mendekati bola target.

“Tangan harus lurus dan konsentrasi, “ kata pelajar SMK Umar Fatah Rembang ini.

Seksi Pembinaan Dan Prestasi Pengurus Cabang Olahraga Petanque Kabupaten Rembang, Alvin Kukuh Aminudin menuturkan petanque termasuk olahraga rintisan, sehingga kekuatan antar daerah, khususnya di Jawa Tengah masih hampir sama.

“Ada yang sudah lebih dulu, seperti Kudus dan Jepara. Tapi banyak pula yang baru merintis. Jadi istilahnya kita sama-sama start, “ ujarnya.

Pria warga Kelurahan Magersari, Rembang ini menambahkan pihaknya sedang fokus melakukan pembibitan atlet, agar prestasi kedepan lebih baik lagi.

“Tapi pada tahun 2020, saat Kejuaraan Provinsi tingkat Jawa Tengah di Semarang, atlet Kabupaten Rembang mampu meraih medali perunggu saat itu, “ imbuh Kukuh.

Untuk kegiatan latihan, sementara ini atlet Petanque masih memanfaatkan lahan di depan Stadion Krida Rembang.

“Ini sifatnya masih sementara. Nanti kalau anggaran cair, akan buat tempat permanen. Tapi lokasinya juga masih di sekitar depan Stadion Krida sini, “ tandasnya.

Kukuh mempersilahkan bagi anak-anak muda yang ingin mencoba olahraga petanque, pihaknya sangat terbuka.

“Kalau pas kami latihan, monggo bisa bertanya atau mencoba langsung, tentu dengan senang hati mas, “ pungkasnya. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *