Menang 2 – 1 Atas Salatiga, PSIR Rembang Gagal Lolos Semi Final
Pelatih dan pemain PSIR Rembang saat konferensi pers, usai pertandingan. (Foto atas) Suasana kamar ganti pemain PSIR, seusai laga melawan PSISa Salatiga, Senin (29/11).
Pelatih dan pemain PSIR Rembang saat konferensi pers, usai pertandingan. (Foto atas) Suasana kamar ganti pemain PSIR, seusai laga melawan PSISa Salatiga, Senin (29/11).

Temanggung – Tim PSIR Rembang unggul 2 – 1 atas lawannya PSISa Salatiga, dalam laga pamungkas babak kompetisi Liga 3, di Stadion Bhumipala Temanggung, Senin siang (29 November 2021).

Anak-anak Salatiga unggul terlebih dahulu melalui gol yang dicetak Husain pada babak pertama menit 33. Husain yang berdiri bebas berhasil mencocor bola ke gawang PSIR yang dijaga Riki Sucipto, memanfaatkan umpan mendatar dari serangan balik cepat di sisi kanan pertahanan Rembang. Skor 1 – 0 bertahan sampai akhir babak pertama.

Memasuki babak kedua, tim PSIR Rembang langsung meningkatkan ritme serangan. 3 striker diturunkan sekaligus, masing-masing Rudy Santoso, Koko Hartanto dan Syahrizal Sadin Dyajayata.

Hasilnya, Rudy Santoso sukses menceploskan gol pertama untuk PSIR pada menit ke – 54, setelah terjadi kemelut di depan gawang Salatiga. Sontekan kaki kanannya mengubah kedudukan menjadi 1 – 1.

Karena harus menang, PSIR berulang kali menggerojok pertahanan Salatiga. Berawal dari kelengahan pemain belakang Salatiga menggiring bola di dekat kotak penalti, bola direbut striker PSIR, Syahrizal Sadin. Sadin yang tinggal berhadapan dengan kiper, kemudian menendang bola dan golll di menit 85. Skor 2 – 1 untuk kemenangan PSIR Rembang, bertahan sampai wasit meniupkan peluit panjang.

Pelatih PSIR Rembang, Hadi Surento menganggap semangat pemain luar biasa, sehingga mampu meraih kemenangan.

“Saya kira pemain akan down, karena 8 hari main 4 kali sungguh melelahkan. Tapi ternyata tidak, kita dapat 3 poin, sesuai target. Karena sejak awal saya tekankan kepada anak-anak untuk ambil kemenangan, “ tutur Surento.

Sementara itu, palang pintu PSIR, Favourya Rindang Firmantara mengaku sepanjang laga, ia tak henti berteriak agar rekan-rekannya tetap fokus. Jangan sampai terlena dengan serangan pemain lawan.

“Tadi saya support terus, temen-temen bisa fokus. Alhamdulilah kita menang, “ ungkap pemain asli Medang, Blora ini.

Wakil Manajer PSIR Rembang, Zaenal Arifin “Gondes” mengaku pertandingan kali ini sangat menegangkan. Setelah ketinggalan lebih dulu, ternyata PSIR mampu membalikkan keadaan.

“Benar-benar memacu adrenalin. Kita tunggu pertandingan antara Kebumen dan Pemalang, “ kata Zaenal.

Sementara itu, pelatih PSISa Salatiga, Andreas Dwi Widagdo menyatakan kecewa timnya yang unggul lebih dulu, justru menelan kekalahan. Menurutnya, pemain hilang fokus menjelang menit-menit akhir, sehingga terjadi blunder yang berbuah gol kemenangan bagi PSIR.

“Mau nggak mau kita harus menerima kekalahan. Tapi secara umum, kerja keras pemain sudah maksimal, “ tandas Andreas.

Setelah pertandingan PSIR Rembang melawan PSISa Salatiga, dilanjutkan pertandingan antara tim Persak Kebumen menghadapi PSIP Pemalang. Apapun hasilnya, Persak Kebumen sudah memastikan lolos ke babak semi final.

Pertandingan tersebut berakhir dengan skor 3 – 2 untuk kemenangan PSIP Pemalang. Pemalang berhak mendampingi Persak Kebumen ke babak semi final. Otomatis peluang PSIR Rembang ke semi final tertutup sudah, karena kalah nilai.

Padahal jika laga antara Kebumen dan Pemalang seri saja, Rembang yang lolos ke semi final bersama Kebumen.

“Yah mau bagaimana lagi, seperti ini hasilnya. Yang jelas, kami sudah berupaya maksimal. Mohon maaf jika kami belum bisa mempersembahkan hasil terbaik, “ imbuh Zaenal, Wakil Manajer PSIR. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *