Pedagang Pasar Rembang Siap Dipindah, Asalkan Dengan Syarat Ini
Sri Astutik, pedagang Pasar Rembang saat menyampaikan pendapatnya di depan Wakil Ketua Komisi V DPR RI dan Bupati Rembang, Kamis sore (18/11).
Sri Astutik, pedagang Pasar Rembang saat menyampaikan pendapatnya di depan Wakil Ketua Komisi V DPR RI dan Bupati Rembang, Kamis sore (18/11).

Rembang – Seorang wanita, pedagang pakaian di Pasar Rembang melakukan aksi memepet terus, rombongan pejabat Bupati Rembang dan anggota DPR RI, saat kunjungan ke Pasar Rembang, Kamis sore (18 November 2021). Pasar Rembang sendiri, rencananya akan dipindah.

Wanita pemberani ini bernama Sri Astutik, warga Perumahan Sumber Mukti Indah Sumberejo, Rembang. Ketika rombongan pejabat, Bupati dan anggota DPR RI turun dari dalam bus, wanita berusia 41 tahun tersebut langsung menyusup ke dalam barisan depan.

Di sepanjang jalan menyusuri lorong pasar, Sri tak sungkan menyuarakan pendapatnya. Ia berharap kalau pasar akan ditata, tetap bertahan di lokasi yang sekarang dan jangan dipindah ke lahan bagian barat, bekas pasar kambing.

Tapi jika terpaksa harus dipindah, Sri mengusulkan pemerintah mau mencari alternatif tempat lain, di wilayah Kota Rembang bagian selatan. Dirinya bersikukuh menolak lahan bekas pasar kambing, karena kurang strategis, sehingga dikhawatirkan menurunkan pendapatan para pedagang.

“Saya pernah merasakan berjualan di sana pak, sepi sekali. Pedagang cenderung dirugikan. Kalau tempatnya di selatan, kondisi lebih bagus, “ ungkapnya.

Sri mengaku tidak pernah takut melakukan aksi semacam itu, karena ingin memperjuangkan aspirasi pedagang. Apalagi anggota DPR adalah wakil rakyat yang semestinya juga membantu keinginan pedagang Pasar Rembang.

“Saya nggak punya motif apa-apa, ngapain takut. Saya hanya ingin memperjuangkan hak saya dan teman-teman. Kalau dibangun di selatan, kita mau, “ imbuh Sri.

Pendapat Sri Astutik dibenarkan Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Rembang, Ahmad Rif’an. Menurutnya, mayoritas pedagang saat ini menghendaki Pasar Rembang jangan dipindah.

Tapi jika memang Pemkab Rembang menghendaki pasar dipindah untuk keperluan tata kota, Rif’an berharap ada sosialisasi dulu dan bergeser ke arah selatan, bukan ke barat atau bekas pasar kambing.

“Lokasinya semisal sekitar Galonan, menurut kami sangat prospek. Kalau kami-kami pedagang sudah meninggal, biar anak cucu dan masyarakat Rembang yang menikmati. Saya kira itu lebih visioner, “ tandasnya.

Bupati Rembang, Abdul Hafidz menganggap pro kontra merupakan hal biasa. Nantinya Pemkab akan mengajak bicara semua pihak, termasuk dengan para ahli. Ia optimis nantinya mendapatkan titik temu.

“Itu biasa. Tapi kita akan bicara secara profesional, dengan para ahlinya. Semua akan kita ajak bicara, akan ada titik temu nanti, “ kata Bupati.

Wakil Ketua Komisi V DPR RI yang membidangi masalah Infrastruktur, Muhamad Arwani Thomafi menyatakan semua masukan akan menjadi bahan pertimbangan, untuk diputuskan oleh stake holder terkait.

Tapi ia menekankan bahwa keputusan pemerintah soal pembangunan Pasar Rembang, bertujuan untuk meningkatkan pelayanan pemerintah kepada rakyat di bidang ekonomi.

“Insyaallah yang akan diputuskan pemerintah, outputnya untuk meningkatkan pelayanan pemerintah kepada rakyat. Penjual dan pembeli mendapatkan fasilitas yang lebih baik, “ kata Arwani.

Arwani belum bisa memastikan kesiapan anggaran pembangunan Pasar Rembang sekira Rp 120 Miliar dari pemerintah pusat. Namun ia berjanji akan secepatnya mengkoordinasikan dengan lembaga terkait.

“Pemerintah dan DPR bisa merealisasikan pembangunan Pasar Rembang ini. Saya selaku warga Rembang juga kepengin punya pasar yang lebih baik, “ pungkas politisi PPP asli Lasem, Rembang ini. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *