Sumani Divonis Hukuman Mati, Begini Reaksinya
Aparat Polres Rembang menjaga sekitar ruang persidangan Pengadilan Negeri Rembang. (Foto atas) Anak-anak korban memantau sidang dari layar monitor, di ruang tunggu Pengadilan Negeri.
Aparat Polres Rembang menjaga sekitar ruang persidangan Pengadilan Negeri Rembang. (Foto atas) Anak-anak korban memantau sidang dari layar monitor, di ruang tunggu Pengadilan Negeri.

Rembang – Terdakwa pembunuhan 4 orang sekeluarga di Rembang, divonis hukuman mati, hari Rabu (06 Oktober 2021).

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Rembang menjatuhkan vonis hukuman mati kepada terdakwa Sumani (45 tahun), warga Dusun Pandak, Desa Pragu, Kecamatan Sulang, Kabupaten Rembang.

Sumani adalah terdakwa kasus pembunuhan dengan jumlah korban 4 orang, pada bulan Februari 2021 lalu di Padepokan Seni Ongko Joyo Desa Turusgede Rembang, yang menewaskan seniman Ki “Anom” Subekti, isteri, anak dan cucunya.

Vonis hukuman mati dibacakan oleh Ketua Majelis Hakim yang juga Ketua Pengadilan Negeri Rembang, Anteng Supriyo.

“Terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana pembunuhan berencana dan kekerasan terhadap anak yang mengakibatkan mati sebagaimana dakwaan penuntut umum. Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana mati, “ beber Anteng.

 

Mendengar putusan tersebut, terdakwa Sumani langsung menyatakan banding.

“Banding yang mulia, “ kata Sumani yang berada di dalam Rutan Rembang, tampak dari monitor sidang online.

Sedangkan jaksa penuntut umum menyatakan pikir-pikir. Anak-anak korban yang menyaksikan sidang tersebut di ruang tunggu Pengadilan Negeri Rembang, tak kuasa menahan tangis, ketika majelis hakim membacakan putusan.

Seusai sidang, Danang Dwi Irawan, anak korban Alm. Ki “Anom” Subekti mengaku vonis mati sedikit mengobati duka. Namun sampai mati, ia tidak akan pernah memaafkan terdakwa.

“Kami sudah kehilangan 4 nyawa, sampai mati saya tidak akan memaafkan terdakwa, “ tuturnya.

Puluhan personil aparat Polres Rembang dengan dipimpin Kabag Operasional Polres, Kompol Moh. Mansur tampak berjaga-jaga memantau sidang. Sidang yang berlangsung secara virtual ini, berjalan lancar. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *