“Euforia Jangan, Bersyukur Akan Lebih Baik…”
Antrian warga akan vaksin di salah satu lokasi di Kecamatan Kaliori. (Foto atas) Denyut nadi aktivitas masyarakat di sekitar Bundaran Pasar Rembang.
Antrian warga akan vaksin di salah satu lokasi di Kecamatan Kaliori. (Foto atas) Denyut nadi aktivitas masyarakat di sekitar Bundaran Pasar Rembang.

Rembang – Komisi E Bidang Kesra DPRD Jawa Tengah mengingatkan masyarakat jangan langsung meluapkan kegembiraan secara berlebihan, setelah kasus Covid-19 semakin menurun, belakangan ini.

Wakil Ketua Komisi E DPRD Jawa Tengah, Abdul Aziz mengatakan fenomena ini sebaiknya disyukuri, agar nikmat ditambah, berupa kian melandainya penderita Covid-19.

“Kalau euforia jangan lah, tapi kalau bersyukur malah baik. Apalagi hal itu dianjurkan oleh agama, muda-mudahan nikmat kita ditambah. Tentu dibarengi dengan do’a dan tawakal, semoga Allah tambah sayang sama kita, “ tuturnya.

Politisi PPP asal Lasem, Rembang ini mengajak kewaspadaan dengan protokol kesehatan jangan sampai kendor, saat beraktivitas di luar rumah.

“Kita perlu ingat data kasus kematian akibat Covid-19 di Jawa Tengah 32 ribuan, nasional 450 ribuan dan dunia 4,5 jutaan yang meninggal dunia. Bukan untuk menakuti, tapi biar kita tetap waspada dan jangan abai, “ imbuh pria yang biasa disapa Gus Aziz ini.

Anggota Komisi E DPRD Jawa Tengah asal Juana, Pati, Muh. Zen menganggap masyarakat saat ini tidak sedang euforia. Tapi karena desakan ekonomi, mereka harus lebih giat bekerja.

“Covid ini sudah 1,5 tahun lebih soalnya. Masyarakat itu cuma pengin bergerak untuk bekerja, bergerak untuk makan, untuk nyekolahke anak-anak. Jangan sampai masyarakat sudah senyum, lalu dicurigai euforia, “ ungkapnya.

Tapi Muh. Zen sepakat pemerintah maupun aparat terkait selalu mengingatkan masyarakat, pentingnya menjalankan protokol kesehatan. Ia berharap program percepatan vaksinasi, diimbangi dengan ketersediaan pasokan vaksin. Saat ini seiring menggeliatnya ekonomi, semakin banyak warga membutuhkan vaksin.

“Misal orang mau kerja ke Kalimantan, berangkat dari Pati, kan harus vaksin dulu. Jangan sampai niat mau cari nafkah jadi terkendala, karena belum bisa divaksin. Selain vaksin, anggaran untuk penguatan ekonomi harus lebih cepat disalurkan kepada penerima, “ kata politisi PKB ini.

Sementara itu, Endro Dwi Cahyono, anggota Komisi E DPRD Jawa Tengah menyoroti masih adanya warga yang anti vaksin, dengan alasan-alasan tertentu.

Tapi setelah pemerintah memberlakukan kebijakan masuk mall, tempat wisata, maupun penerima bantuan sosial wajib sudah vaksin, tingkat partisipasi terus meningkat.

“Kita nonton bioskop saja, harus sudah divaksin. Ada kartu vaksin yang harus ditunjukkan di berbagai tempat, ini kan baru awal. Saya kira kartu vaksin akan berlaku sangat lama mas, “ kata DPRD Jawa Tengah dari PDI P tersebut.

Endro menambahkan daerah-daerah di Eks Karesidenan Pati per bulan September 2021, sudah berada di PPKM level II. Kondisi ini menjadi momentum yang sangat baik, namun semua belum selesai.

“Minimal kita pakai masker, memang nggak nyaman. Tapi kondisi belum normal. Kalau kita abai, takutnya kembali lagi seperti dulu-dulu, saat imbas pandemi melumpuhkan ekonomi, “ pungkasnya. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *