Kematian Pasien Covid-19 Di RSUD Rembang, Cermati Angkanya Bulan April – Juli!! Istighfar
Chamim, seorang petugas kamar jenazah RSUD dr. R. Soetrasno Rembang. (Foto atas) Pasien Covid-19 meninggal dunia, Kamis (08/07).
Chamim, seorang petugas kamar jenazah RSUD dr. R. Soetrasno Rembang. (Foto atas) Pasien Covid-19 meninggal dunia, Kamis (08/07).

Rembang – Angka kematian yang terus meningkat akibat Covid-19, membuat petugas kamar jenazah RSUD dr. R. Soetrasno Rembang, kelelahan. Namun karena sudah menjadi tanggung jawab, mereka tetap menjalani tugasnya dengan penuh semangat.

Chamim salah satunya. Petugas pemulasaran jenazah di RSUD dr. R. Soetrasno Rembang ini mengaku rekor tertinggi dalam sehari pernah menangani 24 jenazah pasien Covid-19.

“Dua Mingguan ini terjadi peningkatan mas. Pernah sehari lebih dari 20 jenazah yang kami pulasara, “ ungkapnya, Kamis (08 Juli 2021).

Pria warga Desa Pandean, Rembang ini menuturkan sebagai manusia biasa, tetap merasakan lelah. Apalagi sering kali tengah malam atau bahkan dini hari, baru saja pulang untuk menyempatkan tidur, tak berselang lama ditelefon lagi segera kembali ke rumah sakit, karena ada pasien Covid-19 yang meninggal dunia.

Baginya sehari bisa tidur 5 jam, termasuk sudah sangat bagus. Terlepas dari semua itu, Chamim bersyukur masih mendapatkan kekuatan.

“Keluarga ya mendukung aktivitas saya, cuman mereka ya kasihan melihat saya seperti ini. Ditanya lelah ya pasti lelah, tapi kita kan punya tanggung jawab, mau gimana lagi, “ imbuh Chamim.

Sementara itu, Kepala Seksi Informasi RSUD dr. R. Soetrasno Rembang, Tabah Tohamik membeberkan angka pasien Covid-19 yang meninggal dunia. Pada bulan April 2021 hanya 10 orang, kemudian bulan Mei 17 orang dan terjadi ledakan angka kematian di bulan Juni menembus 187 orang.

Di bulan Juli ini, per tanggal 08 Juli, pasien Covid-19 yang meninggal dunia sudah 90 orang, sehingga kalau dirata-rata setiap hari ada 11 pasien menghembuskan nafas terakhir.

“Mulai terasa sejak awal bulan Juni, “ ungkapnya.

Ia memohon kepada masyarakat lebih disiplin menjalankan protokol kesehatan, seperti memakai masker dan menghindari kerumunan, supaya rumah sakit tidak semakin kewalahan menangani pasien Covid-19.

Selain itu, ketika warga mengalami gejala, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat. Mengingat, mayoritas pasien yang meninggal dunia, sudah dalam kondisi parah ketika masuk rumah sakit.

“Tolong dari hulunya (masyarakat-Red) kita dibantu, supaya di sini nggak terjadi ledakan pasien. Yang gejala ringan, diarahkan ke Puskesmas. Gejala sedang hingga berat, kita tangani, karena kapasitas ruangan terbatas. Dari total 215 tempat tidur, sudah terisi 184, “ paparnya.

Sedangkan untuk angka kesembuhan pasien Covid-19, pihaknya menghitung rata-rata 25 orang pasien setiap hari. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *